Transformasi digital melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi RME di Puskesmas Andey Kabupaten Biak Numfor berdasarkan model Input–Process–Output (IPO). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap kepala puskesmas, penanggung jawab RME, dokter, perawat, bidan, analis kesehatan, tenaga farmasi, petugas administrasi, dan tenaga kesehatan masyarakat. Data dianalisis secara tematik berdasarkan aspek input, proses, dan output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek input belum optimal karena keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, sarana prasarana, serta belum tersedianya kebijakan dan SOP yang memadai. Pada aspek proses, implementasi RME hanya berlangsung selama empat bulan pada tahun 2025 dan kemudian dihentikan sehingga pelayanan kembali menggunakan sistem manual. Pada aspek output, RME mampu meningkatkan kecepatan akses data, mengurangi kesalahan pencatatan, dan meningkatkan efisiensi administrasi, meskipun manfaatnya belum optimal akibat kendala pada aspek input dan proses.
Copyrights © 2026