Abstrak (Times New Roman 11, Bold, spasi 1, spacing before 6 pt, after 6 pt) Stigma dan kepatuhan ARV pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA ) merupakan masalah utama yang sampai saat ini masih menjadi masalah serius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan setidaknya tingkat kepatuhan terhadap ARV sebesar 95% untuk mencegah munculnya strain virus yang resistan. Sumatera Utara termasuk salah satu dari sebelas provinsi prioritas HIV di Indonesia. Dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kehidupan ODHA, baik itu perilaku pengelolaan diri, efikasi diri, harga diri ODHA, keterlibatan perawatan HIV, bahkan kesehatan mental dan kualitas hidup ODHA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan sosial berbasis spiritual dan budaya deangan stigma dan kepatuhan minum ARV pada orang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) di Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan dukungan sosial berbasis spiritual dan budaya dengan stigma pada ODHA dengan p value 0.001 dan terdapat hubungan dukungan sosial berbasis spiritual dan budaya dengan kepatuhan pada ODHA dengan p value 0.002. Dukungan sosial sangat berperan penting dalam kehidupan ODHA, termasuk dalam kepatuhan ARV dan stigma yang dialami ODHA. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan metode kualitatif atau memasukkan faktor lain untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Kata Kunci: HIV, AIDS, dukungan sosial, stigma. Abstract Stigma and adherence to antiretroviral therapy (ART) among people living with HIV/AIDS (PLWHA) remain major issues and continue to be serious challenges today. The World Health Organization recommends at least a 95% level of ART adherence to prevent the emergence of drug-resistant viral strains. North Sumatra is one of the eleven priority provinces for HIV in Indonesia. Social support is one of the factors influencing the lives of PLWHA, including self-management behavior, self-efficacy, self-esteem, engagement in HIV care, as well as mental health and quality of life. This study aimed to determine the relationship between spirituality- and culture-based social support with stigma and adherence to ART among people living with HIV/AIDS (PLWHA) in North Sumatra. The research employed a quantitative method with a cross-sectional design. The findings showed that there was a significant relationship between spirituality- and culture-based social support and stigma among PLWHA, with a p-value of 0.001, and a significant relationship between spirituality- and culture-based social support and ART adherence among PLWHA, with a p-value of 0.002. Social support plays a very important role in the lives of PLWHA, including ART adherence and the stigma experienced by PLWHA. Future studies are expected to employ qualitative methods or include additional factors to obtain a more comprehensive understanding. Keywords: HIV, AIDS, Social support, Stigma.
Copyrights © 2026