Regina Situmorang
Universitas Pelita Harapan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Caregiver untuk Merawat Orang yang Terinfeksi dengan HIV (ODHA) di Indonesia Elysabeth Sinulingga; Yakobus Siswadi; Lani Natalia Watania; Erivita Sakti; Regina Situmorang; Frida Lina Br Tarigan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/81av6q14

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berbentuk kegiatan edukasi tentang edukasi caregiver untuk merawat orang yang terinfeksi dengan HIV (ODHA). ODHA sering mengalami stigma dan diskriminasi di masyarakat sehingga ODHA sering merahasiakan status HIV dan mengalami penolakan baik itu oleh keluarga maupun masyarakat sekitar. Komisi HIV/AIDS dan NAPZA (KPA) Moderamen GBKP terbentuk atas kepedulian tentang masalah HIV/AIDS yang ada di Tanah Karo. Bentuk pelayanan KPA Moderamen GBKP antara lain pemberian sosialisasi mengenai HIV/AIDS, pendampingan ODHA dan keluarga, serta menyediakan rumah singgah untuk membantu ODHA dan keluarganya. Caregiver informal seringkali harus memberikan bantuan dan perawatan terhadap ODHA tanpa dibekali oleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai sementara ODHA berisiko mengalami perubahan kesehatan terkait penurunan daya tahan tubuh dan komplikasi terkait dengan hal tersebut selain dari pengelolaan efek samping akibat pengobatan (ARV). Pelatihan caregiver diberikan berdasarkan peka budaya Karo dan spiritual Nasrani diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengelolaan Kesehatan ODHA, personal hygine ODHA. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terutama individu yang hidup dengan HIV/AIDS dan keluarga/orang yang mendampingi sehingga diharapkan individu dan keluarga/pendamping (caregiver informal) dapat melakukan tindakan yang tepat dan sesuai dalam memelihara kondisi kesehatan dan mencegah komplikasi akibat HIV yakni menurun menjadi AIDS. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah materi diberikan dalam bentuk pre-post quiz. Target luaran PKM adalah diseminasi dalam bentuk artikel ilmiah pada jurnal PKM-CSR atau jurnal akreditasi sinta.
Analisis Hubungan Dukungan Sosial Berbasis Spiritual dan Budaya Dengan Stigma dan Kepatuhan ARV Pada ODHA di Sumatera Utara Regina Situmorang; Elysabeth Sinulingga; Jon Parulian Simarmata
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59087

Abstract

Abstrak (Times New Roman 11, Bold, spasi 1, spacing before 6 pt, after 6 pt) Stigma dan kepatuhan ARV pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA ) merupakan masalah utama yang sampai saat ini masih menjadi masalah serius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan setidaknya tingkat kepatuhan terhadap ARV sebesar 95% untuk mencegah munculnya strain virus yang resistan. Sumatera Utara termasuk salah satu dari sebelas provinsi prioritas HIV di Indonesia. Dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kehidupan ODHA, baik itu perilaku pengelolaan diri, efikasi diri, harga diri ODHA, keterlibatan perawatan HIV, bahkan kesehatan mental dan kualitas hidup ODHA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan sosial berbasis spiritual dan budaya deangan stigma dan kepatuhan minum ARV pada orang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) di Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan dukungan sosial berbasis spiritual dan budaya dengan stigma pada ODHA dengan p value 0.001 dan terdapat hubungan dukungan sosial berbasis spiritual dan budaya dengan kepatuhan pada ODHA dengan p value 0.002. Dukungan sosial sangat berperan penting dalam kehidupan ODHA, termasuk dalam kepatuhan ARV dan stigma yang dialami ODHA. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan metode kualitatif atau memasukkan faktor lain untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Kata Kunci: HIV, AIDS, dukungan sosial, stigma. Abstract Stigma and adherence to antiretroviral therapy (ART) among people living with HIV/AIDS (PLWHA) remain major issues and continue to be serious challenges today. The World Health Organization recommends at least a 95% level of ART adherence to prevent the emergence of drug-resistant viral strains. North Sumatra is one of the eleven priority provinces for HIV in Indonesia. Social support is one of the factors influencing the lives of PLWHA, including self-management behavior, self-efficacy, self-esteem, engagement in HIV care, as well as mental health and quality of life. This study aimed to determine the relationship between spirituality- and culture-based social support with stigma and adherence to ART among people living with HIV/AIDS (PLWHA) in North Sumatra. The research employed a quantitative method with a cross-sectional design. The findings showed that there was a significant relationship between spirituality- and culture-based social support and stigma among PLWHA, with a p-value of 0.001, and a significant relationship between spirituality- and culture-based social support and ART adherence among PLWHA, with a p-value of 0.002. Social support plays a very important role in the lives of PLWHA, including ART adherence and the stigma experienced by PLWHA. Future studies are expected to employ qualitative methods or include additional factors to obtain a more comprehensive understanding. Keywords: HIV, AIDS, Social support, Stigma.