Kemandirian belajar pada remaja adalah kemampuan penting dalam mengatur proses belajar mandiri, namun penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar matematika peserta didik masih rendah. Hal ini disebabkan masih banyak sekolah yang menggunakan pembelajaran konvensional yang cenderung bergantung pada ceramah dan latihan soal tanpa melibatkan peserta didik secara aktif. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar peserta didik melalui model pembelajaran IMPROVE. Metode yang digunakan adalah Quasi-Experimental Design dengan pendekatan deskriftif kuantitatif, melibatkan 24 peserta didik. Data dikumpulkan melalui angket dan observasi sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran IMPROVE. Analisis data dilakukan dengan Rentang klasifikasi kemandirian belajar, uji normalitas, analisis deskriptif, N-gain, dan observasi. Hasil penelitian menunjukan kemandirian belajar berada pada skor dari 98,83 menjadi 116,00 sehingga, kemandirian belajar peserta didik mengalami peningkatan dari kategori sedang ke kategori tinggi. Namun nilai rata-rata N-gain beradapada kategori rendah dengan skor 0,2958, sehingga guru diharapkan dapat menerapkan model pembelajaran IMPROVE secara lebih intensif dan konsisten dalam proses belajar mengajar.
Copyrights © 2026