Perkembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya pada aspek pronunciation. Namun, pemanfaatan teknologi AI sebagai media pembelajaran masih terbatas di tingkat sekolah menengah pertama, sehingga proses pembelajaran pelafalan umumnya masih bergantung pada metode konvensional yang kurang mampu memberikan umpan balik secara individual dan berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pronunciation Bahasa Inggris siswa SMP Bunda Hati Kudus Jakarta melalui pelatihan digital berbasis AI menggunakan aplikasi SpeechAce. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 25 siswa kelas VIII melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pre-test, penyampaian materi, demonstrasi penggunaan SpeechAce, praktik terbimbing, pendampingan, post-test, dan evaluasi. Implementasi SpeechAce yang memanfaatkan teknologi Automatic Speech Recognition (ASR) memungkinkan peserta memperoleh umpan balik secara langsung mengenai ketepatan artikulasi, word stress, intonasi, dan kelancaran berbicara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi pronunciation, meningkatnya kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris, serta tumbuhnya kemandirian belajar melalui pemanfaatan teknologi digital. Selain memberikan dampak positif bagi peserta didik, program ini juga memperkenalkan alternatif media pembelajaran inovatif bagi guru dalam melakukan evaluasi pelafalan secara lebih objektif. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi AI dalam pembelajaran Bahasa Inggris berpotensi menjadi model pembelajaran yang adaptif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan di era transformasi digital.
Copyrights © 2026