Literasi numerasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang menjadi prioritas kebijakan pendidikan nasional melalui Kurikulum Merdeka dan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), namun implementasinya di lapangan masih menghadapi kendala, terutama pada satuan pendidikan dengan akses pengembangan profesional guru yang terbatas. SD Negeri 091518 PNP Tonduhan, sebuah sekolah dasar di kawasan perkebunan PT Perkebunan Nusantara, menghadapi persoalan tersebut karena guru masih memaknai numerasi secara sempit sebagai kemampuan berhitung dan belum terbiasa merancang pembelajaran kontekstual maupun asesmen berbasis AKM. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru dalam menerapkan literasi numerasi melalui pendekatan sosialisasi, workshop, dan simulasi yang dilaksanakan pada 11–12 November 2024 dan diikuti oleh sepuluh guru. Metode pelaksanaan mencakup tahap persiapan, koordinasi dengan sekolah, observasi awal, pemaparan konsep, workshop penyusunan soal kontekstual, simulasi analisis soal berbasis AKM, serta refleksi bersama, dengan evaluasi keberhasilan didasarkan pada observasi proses, hasil diskusi kelompok, produk pembelajaran yang dihasilkan guru, serta refleksi dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual guru mengenai literasi numerasi, tumbuhnya kemampuan menyusun contoh soal berbasis konteks lokal perkebunan, serta kesadaran guru non-matematika bahwa numerasi merupakan tanggung jawab lintas mata pelajaran. Kendala utama berupa keterbatasan waktu efektif dan sarana teknologi diatasi melalui penyesuaian jadwal dan simulasi luring, sementara keberlanjutan program dirumuskan melalui rencana pendampingan berkala dan pembentukan komunitas belajar guru.
Copyrights © 2026