Latar Belakang : Mahasiswa menghadapi tuntutan akademik, sosial, dan personal yang dapat memengaruhi kesehatan mental. Keterbatasan regulasi diri berpotensi menimbulkan stres, kecemasan, serta kesulitan mengelola emosi dan perilaku. Regulasi diri merupakan kemampuan penting untuk mengarahkan pikiran, emosi, dan perilaku secara adaptif guna mencapai tujuan dan menjaga kesejahteraan mental. Tujuan : kegiatan pengabdian ini adalah untuk memperkuat regulasi diri mahasiswa sebagai strategi promosi kesehatan mental melalui program psikoedukasi. Metode : Pengabdian ini menggunakan metode service learning dilaksanakan melalui psikoedukasi regulasi diri pada 22 mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mengevaluasi pengalaman dan pemahaman peserta setelah kegiatan melalui pertanyaan terbuka. Data respons tertulis sebelum dan sesudah dianalisis dengan menggunakan NVIVO 12 secara tematik untuk melihat dampak kegiatan terhadap promosi kesehatan mental mahasiswa. Hasil : kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kesadaran awal terhadap regulasi diri yang muncul terutama dalam situasi stres akademik, kecemasan, dan penurunan motivasi. Program psikoedukasi membantu mahasiswa mengembangkan strategi regulasi diri kognitif, emosional, dan perilaku yang berdampak pada peningkatan fokus belajar, disiplin, serta pengelolaan emosi yang lebih adaptif. Simpulan : program penguatan regulasi diri berbasis psikoedukasi dengan analisis pengalaman mahasiswa secara kualitatif efektif sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan mental serta berkontribusi dalam membangun ketahanan psikologis mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
Copyrights © 2025