Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global, dengan Indonesia menempati peringkat kelima terbanyak di dunia. Penggunaan kombinasi obat pada pasien diabetes berpotensi menimbulkan interaksi obat yang dapat mengganggu efektivitas terapi dan menimbulkan efek samping serius. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit X periode Agustus–Oktober 2024. Metode: Metode yang digunakan bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis dan resep. Total 372 resep dianalisis menggunakan aplikasi drugs.com, medscape, dan drugbank untuk mengidentifikasi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan. Hasil: Dari 372 resep, sebanyak 218 resep (58,60%) berpotensi terjadi interaksi, dengan total 515 kejadian interaksi obat. Berdasarkan tingkat keparahan, ditemukan moderate (89,90%), minor (9,13%), dan major (0,97%). Interaksi paling umum kategori moderate adalah metformin-glimepiride, minor adalah acarbose-metformin, dan major adalah pioglitazone-clopidogrel. Simpulan: Disimpulkan bahwa lebih dari separuh resep berpotensi interaksi dengan tingkat keparahan terbanyak moderate.
Copyrights © 2026