Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan gangguan progresif dan irreversibel yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, termasuk natrium serum. Ketidakseimbangan natrium pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis dapat meningkatkan risiko komplikasi, sehingga pemantauan kadar natrium perlu dilakukan secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kadar natrium serum sebelum dan sesudah hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 29 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pemeriksaan natrium serum dilakukan dengan metode Ion Selective Electrode (ISE) pada autoanalyzer, kemudian data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum hemodialisis, 89,66% pasien memiliki kadar natrium normal dan 10,34% rendah. Setelah hemodialisis, kadar natrium normal meningkat menjadi 93,10%, sedangkan kadar rendah menurun menjadi 6,90%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p=0,277, sehingga tidak terdapat perbedaan bermakna antara kadar natrium serum sebelum dan sesudah hemodialisis. Dengan demikian, hemodialisis belum menunjukkan perubahan signifikan terhadap kadar natrium serum, meskipun terjadi perbaikan proporsi kadar natrium normal.
Copyrights © 2026