Latar Belakang: Stres merupakan respons terhadap tuntutan yang melebihi kemampuan individu dan dapat berdampak pada kualitas tidur. Mahasiswa farmasi berisiko mengalami stres akibat beban akademik yang tinggi, sehingga berpotensi mengalami gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur mahasiswa aktif Program Studi Farmasi. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa aktif Program Studi Farmasi Universitas Lampung. Teknik pengambilan sampel dengan proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel 210 responden. Pengukuran tingkat stres menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10) dan kualitas tidur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data bivariat menggunakan uji Spearman rank correlation. Hasil: Mayoritas responden mengalami tingkat stres sedang (81%) dan kualitas tidur yang buruk (79%). Hasil uji bivariat menggunakan uji Spearman rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kualitas tidur (p< 0,001; r= 0,273) dengan kekuatan korelasi lemah dan arah hubungan positif. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kualitas tidur mahasiswa aktif Program Studi Farmasi Universitas Lampung.
Copyrights © 2026