Latar Belakang: Tersedak (choking) merupakan kegawatdaruratan pernapasan yang mengancam nyawa anak akibat hipoksia. Fase oral dan rasa ingin tahu yang tinggi membuat balita serta anak prasekolah sangat rentan tersedak makanan atau benda asing. Keterlambatan penanganan >6 menit berisiko memicu kerusakan otak permanen hingga kematian. Kurangnya pengetahuan membuat orang tua panik dan salah bertindak. Heimlich Manuver merupakan teknik pertolongan pertama yang efektif, namun belum pernah disosialisasikan di TK Baitul Ilmi, di mana 25% 17 orang tua belum mengetahui cara penanganannya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan keterampilan ibu dalam melakukan Heimlich Manuver pada orang tua di TK Baitul Ilmi Pesawaran tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain korelasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, dan observasi keterampilan penanganan tersedak. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Uji Chi-Square menunjukkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 11,429 dengan p-value 0,002 (p < 0,05). Hasil ini membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang tersedak dengan keterampilan melakukan Heimlich Manuver. Kesimpulan: Semakin baik pengetahuan ibu, maka semakin baik pula keterampilan dalam melakukan Heimlich Manuver. Sebaliknya, pengetahuan yang kurang memicu tindakan yang tidak sempurna. Edukasi berkala sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapan orang tua.
Copyrights © 2026