Pendahuluan: Toxic relationship menjadi perhatian di kalangan remaja karena sering melibatkan pola hubungan yang tidak sehat dan dapat memicu terjadinya kekerasan psikologis. Kondisi ini berpotensi memberikan dampak serius terhadap kesehatan mental remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara toxic relationship dengan risiko kekerasan psikologis pada remaja di SMK Budi Karya Natar tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 155 responden dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Spearman Rank (rho). Hasil: Sebagian besar responden berada pada kategori toxic relationship sedang (71,0%) dan mengalami kekerasan psikologis tingkat sedang (60,6%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara toxic relationship dengan kekerasan psikologis (p-value < 0,001; p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara toxic relationship dengan risiko kekerasan psikologis pada remaja. Semakin tinggi tingkat toxic relationship, semakin besar risiko terjadinya kekerasan psikologis. Upaya pencegahan perlu dilakukan melalui edukasi hubungan sehat, penguatan pengelolaan emosi, serta dukungan keluarga dan sekolah.
Copyrights © 2026