Pendahuluan: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit menahun yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal sehingga pasien memerlukan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisa. Pasien hemodialisa sering mengalami kecemasan yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan dan kualitas hidup. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah terapi musik instrumental karena memberikan efek relaksasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi musik instrumental terhadap tingkat kecemasan pasien GGK yang menjalani hemodialisa di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 15 responden, dengan teknik purposive sampling. Hasil: Mayoritas responden berusia 56–60 tahun (46,7%) dan berjenis kelamin laki-laki (53,3%). Rata-rata tingkat kecemasan pada kelompok intervensi menurun dari 3,13 menjadi 2,33 setelah diberikan terapi musik instrumental. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,001 (p<0,05). Kesimpulan: Terapi musik instrumental berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien GGK yang menjalani hemodialisa di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, sehingga dapat diterapkan sebagai terapi pendamping nonfarmakologis untuk membantu pasien lebih relaks, nyaman, dan mengurangi kecemasan selama menjalani hemodialisa.
Copyrights © 2026