Latar Belakang: Cedera kepala ringan merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan yang sering terjadi dan dapat menimbulkan komplikasi berupa nyeri kepala akibat peningkatan tekanan intrakranial. Penatalaksanaan nyeri dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan yaitu terapi Guide Imagery Relaxation dan Slow Deep Breathing. Kedua terapi tersebut mampu memberikan efek relaksasi, meningkatkan pelepasan hormon endorfin, serta membantu menurunkan persepsi nyeri pada pasien cedera kepala ringan. Tujuan: Diketahui perbedaan efektifitas terapi Guide Imagery Relaxation dan Slow Deep Breathing terhadap penurunan nyeri pada pasien cedera kepala ringan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel sebanyak 30 responden yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok terapi guided imagery relaxation, kelompok terapi slow deep breathing, dan kelompok kontrol, masing-masing 10 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS),dengan durasi intervensi selama 15 menit pada kelompok Guide Imagery Relaxation dan Slow Deep Breathing. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Kruskal-Wallis dan uji Post Hoc (Man Whitney). Hasil: Hasil Analisa data bivariat Berdasarkan hasil uji kruskal-wallis diperoleh nilai Asymp. Sig sebesar 0,000 (p <0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan (GIR, SDB, dan Kontrol), dengan kelompok Slow Deep breathing intervensi yang paling efektif. Kesimpulan: Terapi Guide Imagery relaxation dan Slow Deep Breathing Efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien cedera kepala ringan, dengan efektivitas terbaik ditunjukkan oleh kelompok Slow Deep Breathing.
Copyrights © 2026