Mahasiswa tingkat akhir harus menyelesaikan berbagai tugas secara bersamaan dengan penyusunan proposal skripsi, sehingga mereka perlu memiliki kemampuan untuk menjaga kestabilan mental. Kesehatan mental dapat berubah tergantung pada cara seseorang menjalani kehidupan sehari-hari, terutama saat berinteraksi dengan orang lain, membuat pilihan, menjalani gaya hidup, serta membentuk kebiasaan belajar, termasuk dalam proses penyelesaian proposal skripsi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan karena peneliti mengamati adanya indikasi masalah kesehatan mental di kalangan mahasiswa dan bertujuan untuk mencegah masalah kesehatan mental yang berkepanjangan. Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi kepada mahasiswa tingkat akhir. Peneliti mengamati adanya peningkatan kondisi kesehatan mental berdasarkan hasil observasi, terutama terkait dengan tingkat kecemasan dan gejala depresi. Subjek dalam kegiatan ini adalah mahasiswa tingkat akhir Program Studi PAI angkatan 2022. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan keterampilan mahasiswa dalam menjaga kesehatan mental melalui program bimbingan kelompok. Kehidupan kampus sering kali dipenuhi dengan tekanan akademik yang dapat memicu masalah kesehatan mental, seperti stres, kecemasan, dan depresi. Program ini mencakup sesi konseling yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan fokus pada pentingnya kesehatan mental, teknik koping, serta dukungan psikologis yang tepat. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif mahasiswa dalam diskusi yang membantu mereka memahami cara mengelola emosi dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam menangani masalah kesehatan mental, yang tercermin dari meningkatnya motivasi dan antusiasme mahasiswa dalam menyusun proposal skripsi.
Copyrights © 2026