Transfer informasi medis memiliki peran krusial dalam menjamin kesinambungan dan kualitas layanan dalam sistem rujukan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan transfer data informasi medis selama proses rujukan di Puskesmas Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap delapan informan, meliputi informan kunci, utama, dan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses transfer data dilakukan melalui sistem elektronik (e-Puskesmas, P-Care) dan dokumen manual. Namun, ditemukan sejumlah tantangan, seperti kelengkapan dokumen rujukan yang tidak memadai, keterlambatan input data akibat kendala teknis, keterbatasan sumber daya manusia, dan infrastruktur teknologi informasi yang belum optimal. Selain itu, ketidaksesuaian antara regulasi rujukan nasional dengan indikasi medis nyata di fasilitas primer menimbulkan dilema etis dan prosedural. Sistem rujukan terkadang menolak rujukan yang secara medis dibenarkan karena kendala kebijakan, sehingga berdampak pada keselamatan pasien dan kesinambungan layanan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur digital, pelatihan rutin bagi tenaga kesehatan, serta penerapan kebijakan rujukan yang lebih fleksibel dan kontekstual. Optimalisasi aliran dan kelengkapan informasi medis dalam rujukan menjadi kunci dalam mendukung pelayanan kesehatan primer yang terintegrasi, efisien, dan berpusat pada pasien.
Copyrights © 2026