Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang pedat menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi, tidak hanya dalam penggunaan teknologi, tetapi juga dalam membangun kemampuan berpikir kritis siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan deep learning approach berbasis teknologi di SMA Negeri 03 Bengkayang. Deep learning dalam konteks pendidikan diimplementasikan melalui tiga prinsip dasar, yaitu mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan) yang mendorong siswa untuk tidak sekadar menghafal, melainkan mampu menganalisis, mengevaluasi dan mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri. Kegiatan ini diaktualisasikan dengan sosialisasi Artificial Intelligence. Dalam sesi diskusi sosialisasi ini, siswa mengeksplorasi dan membandingkan jawaban dari tiga platform AI, yaitu ChatGPT, Meta AI dan Google Gemini, terhadap pertanyaan yang sama, kemudian mengevaluasi keakuratan, kedalaman dan relevansi masing – masing jawaban. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu mengidentifikasi perbedaan karakteristik setiap platform, di mana Chat GPT unggul dalam kedalaman dan struktur jawaban, Meta AI lebih ringkas, sementars Google Gemini lebih terintegrasi dengan sumber informasi terkini. Kegiatan ini menegaskan bahwa guru tetap memegang peran sentral sebagai pembimbing yang mengarahkan siswa untuk menyaraing informasi secara kritis dan bertanggung jawab. Diharapkan model pembelajaran ini dapat diadaptasi secara berkelanjutan oleh sekolah – sekolah di Kabupaten Bengkayang dalam menyiapkan generasi yang melek teknologi, sekaligus berpikir kritis di era digital.
Copyrights © 2026