Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani bunga di Desa Jingah Habang Ilir, Kabupaten Banjar, melalui diversifikasi produk berbasis bunga lokal (melati, mawar, kenanga) menjadi produk non-pangan bernilai tambah. Kebaruan program terletak pada integrasi teknologi pascapanen, diversifikasi produk (bath bomb, bath salt, sabun padat, lulur alami, dan ecoprint), serta penguatan pemasaran digital dan branding dalam satu model pemberdayaan berbasis transfer teknologi yang melibatkan mahasiswa. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dengan kategori sedang berdasarkan analisis n-gain, dengan peningkatan tertinggi pada pelatihan pembuatan lulur sebesar 63,93%, serta peningkatan kemampuan desain kemasan dan pemasaran digital sebesar 46,78%. Program ini mendukung pencapaian MBKM dan IKU perguruan tinggi melalui keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Secara keseluruhan, program ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas teknis dan pemasaran masyarakat berbasis bunga lokal, dengan terbentuknya akun e-commerce aktif dan produk siap jual sebagai indikator kesiapan wirausaha awal, meskipun dampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan jangka panjang memerlukan pemantauan lanjutan. Application of Post-Harvest Technology of Local Flowers to Improve Farmers' Welfare in Jingah Habang Ilir Village, Banjar Regency Abstract This community service program aims to enhance the capacity of flower farmers in Jingah Habang Ilir Village, Banjar Regency, through the diversification of local flower-based products (jasmine, rose, and kenanga) into value-added non-food products. The novelty of the program lies in the integration of post-harvest technology, product diversification (bath bombs, bath salts, solid soap, natural scrubs, and ecoprint), and strengthening digital marketing and branding within a technology transfer-based empowerment model involving students. The implementation methods included socialization, training, mentoring, and evaluation. The results indicated a moderate increase in participants' knowledge and skills based on n-gain analysis, with the highest improvement observed in the natural scrub training (63.93%), followed by soap production (53.37%) and digital marketing training (46.78%). The program also supports the achievement of MBKM and university Key Performance Indicators (IKU) through student involvement in community empowerment. Overall, the program effectively enhanced participants' technical and marketing capacities, as evidenced by the establishment of active e-commerce accounts and market-ready products as early indicators of entrepreneurial readiness, although the long-term impact on income and welfare requires further monitoring.
Copyrights © 2026