Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KAMPUNG JANDA DI KOTA BANJARBARU MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN BUKET SNACK Susi, Susi; Sari, Sasi Gendro; Millati, Tanwirul; Shafa, Ulan Fajrdhya; Mardhiyah, Rodhiyatam; Rahmatika, Gina; Aisyiah, Siti; Sa'adah, Nik'mah; A.T, Paquita Sandy
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.2993

Abstract

Kampung Janda adalah sebuah kampung yang berlokasi di Kelurahan Kemuning Kota Banjarbaru Propinsi Kalimantan Selatan. Sesuai dengan namanya, hampir 90% perempuan di kampung tersebut hidup tanpa suami. Nama asli kampung ini adalah kampung Batuah yang terletak di Jalan Zamzam Jaelani, RT 03 RW 01 Kelurahan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru. Mayoritas warga Kampung Janda bekerja di sektor informal dengan penghasilan di bawah Rp1.500.000 per bulan, sehingga tergolong pra-sejahtera. Untuk meningkatkan taraf hidup, tim pengabdian menjalankan program pelatihan pembuatan buket sebagai sumber pendapatan alternatif. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha, dan mendorong kemandirian finansial keluarga, selaras dengan upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan berbasis potensi lokal. Pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan buket snack pada mitra kelompok PKK RT 03 RW 01 dan para remaja putri serta pendampingan pemasaran buket.  Pelatihan diikuti oleh 24 peserta ibu ibu dan remaja putri dengan rentang umur 18 – 61 tahun. Peserta dibagi dalam 12 kelompok dan setiap 2 kelompok didampingi oleh 1 orang mahasiswa.  Dari pelatihan ini setiap kelompok menghasilkan 1 buah buket snack yang siap dipasarkan.  Kelompok PKK diberikan pendampingan untuk pemasaran dengan membuat kelompok buket, serta difasilitasi untuk mendapatkan pembinaan usaha berlanjut oleh Forum PUSPA (Partisipasi Publik Kesejahteraan Perempuan dan Anak ) Banjarbaru dan LMI (Lembaga Manajemen Infaq) Kalimantan Selatan. Mitra bersemangat untuk menindaklanjuti usaha buket sebagai alternatif penopang pendapatan keluarga.
Penerapan Teknologi Pascapanen Bunga Lokal untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Desa Jingah Habang Ilir, Kabupaten Banjar Aprianty, Lilyan; Putra, Muhammad Zidan Veri Setianur; Ikhbariyadi, Muhammad Naufal; Pajeriyanto , Pajeriyanto; Mardhiyah, Rodhiyatam; Laskar, Muhammad Rioga Batara; Azzahrah, Syafira Nabilah; Halifah, Ratu; Refita , Bunga Salsabila; Stephen, Paul; Setiawan, Bagus; Rahimah, Siti; Khalizah, Siti; Purba , Dermawati Feronika; Lestari, Cahaya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.4822

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani bunga di Desa Jingah Habang Ilir, Kabupaten Banjar, melalui diversifikasi produk berbasis bunga lokal (melati, mawar, kenanga) menjadi produk non-pangan bernilai tambah. Kebaruan program terletak pada integrasi teknologi pascapanen, diversifikasi produk (bath bomb, bath salt, sabun padat, lulur alami, dan ecoprint), serta penguatan pemasaran digital dan branding dalam satu model pemberdayaan berbasis transfer teknologi yang melibatkan mahasiswa. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dengan kategori sedang berdasarkan analisis n-gain, dengan peningkatan tertinggi pada pelatihan pembuatan lulur sebesar 63,93%, serta peningkatan kemampuan desain kemasan dan pemasaran digital sebesar 46,78%. Program ini mendukung pencapaian MBKM dan IKU perguruan tinggi melalui keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Secara keseluruhan, program ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas teknis dan pemasaran masyarakat berbasis bunga lokal, dengan terbentuknya akun e-commerce aktif dan produk siap jual sebagai indikator kesiapan wirausaha awal, meskipun dampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan jangka panjang memerlukan pemantauan lanjutan. Application of Post-Harvest Technology of Local Flowers to Improve Farmers' Welfare in Jingah Habang Ilir Village, Banjar Regency  Abstract This community service program aims to enhance the capacity of flower farmers in Jingah Habang Ilir Village, Banjar Regency, through the diversification of local flower-based products (jasmine, rose, and kenanga) into value-added non-food products. The novelty of the program lies in the integration of post-harvest technology, product diversification (bath bombs, bath salts, solid soap, natural scrubs, and ecoprint), and strengthening digital marketing and branding within a technology transfer-based empowerment model involving students. The implementation methods included socialization, training, mentoring, and evaluation. The results indicated a moderate increase in participants' knowledge and skills based on n-gain analysis, with the highest improvement observed in the natural scrub training (63.93%), followed by soap production (53.37%) and digital marketing training (46.78%). The program also supports the achievement of MBKM and university Key Performance Indicators (IKU) through student involvement in community empowerment. Overall, the program effectively enhanced participants' technical and marketing capacities, as evidenced by the establishment of active e-commerce accounts and market-ready products as early indicators of entrepreneurial readiness, although the long-term impact on income and welfare requires further monitoring.