Pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan media yang menarik dan kontekstual, sementara kompetensi guru dalam mengembangkan media digital berbasis budaya daerah belum merata. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan 30 guru sekolah dasar di Kabupaten Jepara dalam mengembangkan komik digital berbasis kearifan lokal sebagai media pembelajaran Bahasa Jawa. Program menggunakan pendekatan Participatory Action Training melalui analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan produksi, implementasi produk secara terbatas, dan evaluasi. Unit evaluasi kegiatan adalah guru peserta dan mutu produk; program tidak merekap jumlah sekolah maupun siswa yang terlibat dalam implementasi terbatas serta tidak mengukur hasil belajar siswa. Rata-rata kompetensi guru meningkat dari 44,8% sebelum kegiatan menjadi 86,4% setelah kegiatan, atau naik 41,6 poin persentase. Sebanyak 28 dari 30 peserta (93,3%) berhasil menyelesaikan komik digital. Produk memperoleh skor kualitas rata-rata 87,9%, dengan skor tertinggi pada integrasi kearifan lokal sebesar 90,2%. Selain itu, 90% peserta menyatakan lebih percaya diri mengembangkan media pembelajaran digital secara mandiri. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan menghasilkan peningkatan kompetensi yang terukur serta luaran komik digital yang layak digunakan dalam pembelajaran Bahasa Jawa.
Copyrights © 2026