Potensi relief Jataka Candi Borobudur sebagai sumber belajar moral dan sejarah belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran di sekolah dasar, yang cenderung masih bersifat tekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Project-Based Learning (PjBL) berbasis cerita relief Jataka untuk mengembangkan produk cerita bergambar, kreativitas visual, dan internalisasi nilai-nilai moral siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada siswa sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi produk. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan eksplorasi relief, diskusi, dan bermain peran meningkatkan partisipasi aktif siswa. Produk cerita bergambar yang dihasilkan mempresentasikan kreativitas visual yang orisinal serta pemahaman mendalam terhadap alur cerita dan pesan moral. Siswa mampu menghubungkan nilai-nilai seperti kejujuran, gotong royong, dan kegigihan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, PjBL berbasis cerita Jataka efektif sebagai strategi pembelajaran karakter dan literasi budaya. Penelitian ini berkontribusi dalam menawarkan model pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal yang mengintegrasikan aspek seni dan pendidikan karakter bagi siswa.
Copyrights © 2026