Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran sejarah yang masih cenderung monoton dan berpusat pada guru sehingga membuat minat belajar siswa rendah. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi penerapan pembelajaran sejarah berbasis karya wisata, hambatan yang dihadapi selama pelaksanaan, serta dampaknya terhadap minat belajar siswa di SMA Negeri 3 Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode karya wisata, mengidentifikasi hambatan beserta upaya guru dalam mengatasinya, dan mengetahui dampaknya terhadap minat belajar siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi dengan sumber data guru sejarah, siswa, dan dokumen pendukung. Analisis data menggunakan model interaktif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah berbasis karya wisata dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hambatan yang muncul meliputi keterbatasan waktu, biaya, dan pengawasan siswa. Upaya yang dilakukan guru yaitu melakukan perencanaan yang matang, memberikan arahan yang jelas, serta melaksanakan kegiatan pendukung sebelum dan sesudah karya wisata. Penerapan metode ini berdampak positif terhadap minat belajar siswa karena pembelajaran menjadi lebih menarik, kontekstual, dan bermakna.
Copyrights © 2026