Taqwa merupakan salah satu konsep paling sentral dan paling sering disebut dalam Al-Qur'an. Namun, kajian mendalam tentang struktur maknanya, baik dalam konteks sinkronik maupun diakronik, masih jarang dilakukan, terutama dengan menggunakan pendekatan semantik modern. Penelitian ini mengaplikasikan metode analisis semantik Toshihiko Izutsu, sebagaimana dirumuskan dalam karyanya Ethico-Religious Concepts in the Qur'an dan God and Man in the Koran, untuk mengungkap struktur makna kata taqwa dalam Al-Qur'an. Dengan menganalisis medan semantik (semantic field), konsep fokal (focal concept), konsep bantu (relational concept), dan oposisi biner yang melingkupi kata taqwa beserta derivasinya (ittaqā, muttaqūn, taqiy, dan taqwā), penelitian ini menemukan bahwa taqwa memiliki makna dasar (basic meaning) berupa 'penjagaan diri' yang kemudian berkembang menjadi makna relasional mencakup dimensi teologis (relasi dengan Allah), moral (perilaku etis), dan eskatologis (orientasi akhirat). Taqwa berposisi sebagai konsep fokal yang mengorbit kata-kata kunci seperti iman, tawakkul, ṣabr, dan iḥsān, serta beropposisi dengan fujūr, fisq, dan isyān. Studi ini menunjukkan bahwa semantik Izutsu mampu mengungkap weltanschauung (pandangan dunia) Qur'ani yang tersembunyi di balik kosakata taqwa secara lebih sistematis dan komprehensif.
Copyrights © 2026