Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Makna Al-Maut dalam Perspektif Al-Qur’an Masyhuri Rifa’i; Irdawati Saputri; Ros Mayasari; Subria Mamis; Samsuri
Gunung Djati Conference Series Vol. 14 (2022): Mercusuar 2022: Studi Keislaman dan Pemberdayaan Umat
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.433 KB)

Abstract

This study aims to discuss the meaning of the word al-maut in the perspective of the Qur'an. This study uses a descriptive-analytical qualitative approach. The object of study in this study is the verses of the Qur'an. Therefore, the author uses the Maudhu'i interpretation method with exegetical, theological, and sociological analysis. The results of this study indicate that the word al-maut is linguistically the departure or loss of power and strength of something. The views of the Qur'an about death include a transition to the grave, when and where and all by Allah's permission. While the function of al-maut in general is as a test for living beings.
Manajemen Qur’ani mengatur Waktu dengan Optimal Khaerul Kahfi; Masyhuri Rifa’i; Irdawati Saputri; Abdul Gaffar; Rini Harjanti Poapa
Gunung Djati Conference Series Vol. 14 (2022): Mercusuar 2022: Studi Keislaman dan Pemberdayaan Umat
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.123 KB)

Abstract

This study aims to discuss the management of Qur'anic time management optimally. This study uses a descriptive-analytical qualitative approach. The object of study in this study is the verses of the Qur'an with data collection carried out using library research. The results of this study indicate that management is managing, managing, managing or implementing while the word time in the Qur'an can be separated into four parts al-Ajal, dahr, al-Waqt and oath. Time can be implemented if someone is consistent with the plans he has made himself, so that there is no overlap in the implementation of one activity.
Struktur Makna Taqwa dalam Al-Qur’an: Analisis Semantik Toshihiko Izutsu Irdawati Saputri; Widya Ningsih; Abid Muhaimin
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.1080

Abstract

Taqwa merupakan salah satu konsep paling sentral dan paling sering disebut dalam Al-Qur'an. Namun, kajian mendalam tentang struktur maknanya, baik dalam konteks sinkronik maupun diakronik, masih jarang dilakukan, terutama dengan menggunakan pendekatan semantik modern. Penelitian ini mengaplikasikan metode analisis semantik Toshihiko Izutsu, sebagaimana dirumuskan dalam karyanya Ethico-Religious Concepts in the Qur'an dan God and Man in the Koran, untuk mengungkap struktur makna kata taqwa dalam Al-Qur'an. Dengan menganalisis medan semantik (semantic field), konsep fokal (focal concept), konsep bantu (relational concept), dan oposisi biner yang melingkupi kata taqwa beserta derivasinya (ittaqā, muttaqūn, taqiy, dan taqwā), penelitian ini menemukan bahwa taqwa memiliki makna dasar (basic meaning) berupa 'penjagaan diri' yang kemudian berkembang menjadi makna relasional mencakup dimensi teologis (relasi dengan Allah), moral (perilaku etis), dan eskatologis (orientasi akhirat). Taqwa berposisi sebagai konsep fokal yang mengorbit kata-kata kunci seperti iman, tawakkul, ṣabr, dan iḥsān, serta beropposisi dengan fujūr, fisq, dan isyān. Studi ini menunjukkan bahwa semantik Izutsu mampu mengungkap weltanschauung (pandangan dunia) Qur'ani yang tersembunyi di balik kosakata taqwa secara lebih sistematis dan komprehensif.