Kemampuan pemecahan masalah merupakan keterampilan penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran aktif dan berpusat pada siswa. Namun, pembelajaran yang kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi dan menyelesaikan masalah dapat menghambat perkembangan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode permainan Escape Room terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi sistem saraf manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain non-randomized control-group pretest-posttest design. Subjek penelitian terdiri atas 51 siswa kelas XI SMA Negeri 6 Muaro Jambi, yaitu 25 siswa kelas eksperimen dan 26 siswa kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes esai dan dianalisis dengan One-Way ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan metode permainan Escape Room terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa (Sig. = 0,015 < 0,05). Rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 73,13 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 65,38, dengan nilai effect size berdasarkan Partial Eta Squared sebesar 0,117 yang menunjukkan pengaruh kategori sedang. Dengan demikian, metode permainan Escape Room berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi sistem saraf manusia dan berimplikasi sebagai alternatif pembelajaran biologi yang aktif, kolaboratif, serta berorientasi pada pemecahan masalah.
Copyrights © 2026