Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya pemahaman terhadap karya sastra kontemporer yang merefleksikan perubahan cara pandang manusia modern terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan realitas kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji cerpen Ignoramus karya Aveus Har melalui perspektif postmodernisme Jean-François Lyotard. Cerpen tersebut merepresentasikan kritik terhadap narasi besar (grand narrative) sains dan teknologi yang dianggap mampu menjelaskan serta mengendalikan kehidupan manusia. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis teks, penelitian ini menyoroti tiga aspek utama postmodernisme yang tercermin dalam cerpen, yaitu kritik terhadap narasi besar, pluralitas narasi, dan ketidakpastian masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama, Stephen, menjadi simbol manusia modern yang menuhankan sains, namun justru menghadapi kehancuran ekologis dan eksistensial akibat keyakinannya terhadap rasionalitas mutlak. Selain itu, cerpen menampilkan pluralitas narasi antara manusia bionik yang kehilangan makna hidup dan manusia beriman yang menemukan harapan di tengah kehancuran. Gambaran dunia yang rusak dan penuh ambiguitas menegaskan pandangan Lyotard bahwa kemajuan ilmu pengetahuan justru melahirkan ketidakpastian terhadap klaim kebenarannya sendiri. Dengan demikian, cerpen Ignoramus mencerminkan semangat postmodern yang menolak kebenaran tunggal dan mengakui keberagaman makna serta pengalaman manusia dalam menghadapi masa depan.
Copyrights © 2026