Pisang (Musa spp.) merupakan salah satu komoditas hortikultura utama di Indonesia, disisi lain, dengan tekstur pisang yang lembut, kadar air yang tinggi serta aktivitas proses metabolisme yang meningkat setelah panen, menyebabkan pisang mudah rusak dan membusuk sehingga berpotensi menjadi limbah. Penelitian ini bertujuan menciptakan resep tape pisang ketip serta menguji kualitas tape pisang ketip dengan tape pisang kepok sebagai perlakuan kontrol. Metode eksperimen dan kajian literatur digunakan selama proses pembuatan tape, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah Shapiro-Wilk, Levene, Wilcoxon dan persentase diolah pada software Exel. Data diambil dari enam panelis ahli yakni dosen program studi S1 Pendidikan Vokasional Seni Kuliner. Tahapan penelitian meliputi tahapan persiapan, tahapan pengolahan dan tahapan penyajian. Bahan yang digunakan meliputi pisang ketip, ragi, dan daun pisang. Proses fermentasi dilakukan pada suhu ruang selama 3 hari. Hasil penelitian berupa resep tape pisang ketip. Selain itu penelitian ini juga menunjukkan bahwa tape pisang ketip memiliki rasa yang lebih enak dari pada tape pisang kepok (100%). Namun tekstur dan aroma pisang kepok lebih baik dari pada pisang ketip. Penggunaan daun pisang berperan penting dalam menjaga cita rasa serta daya simpan produk. Inovasi ini memberikan manfaat dalam mengurangi food loss, serta memiliki nilai tambah secara ekonomi.
Copyrights © 2025