Penelitian ini bertujuan untuk menelaah sejauh mana kemampuan otot-otot kecil anak Kelompok B di TK Negeri 2 Banggai dapat berpengaruh karena bahan pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR). Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pretest-posttest satu kelompok, dimana satu kelompok anak diberi tes sebelum dan setelah perlakuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar. Sampel penelitian terdiri dari 25 anak berusia 5-6 tahun dari Kelompok B. Instrumen yang digunakan berupa tes kinerja dan dokumentasi dalam bentuk gambar, pada tes kinerja ini dikembangkan berdasarkan indikator keterampilan motorik halus yang termasuk dalam kegiatan seperti menggambar, menebalkan garis, melipat, menyusun dan menempelkan bentuk, menulis, dan mewarnai. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata anak meningkat dari 19,5 pada pre-test menjadi 24,3 pada post-test, mencerminkan peningkatan sebesar 24,62% atau 4,8 poin. Pada tingkat signifikansi 5%, uji t menghasilkan thitung = -18,59 yang lebih besar daripada ttabel = 2,064. Oleh karena itu, ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media AR memiliki efek nyata dalam pengembangan keterampilan motorik halus anak, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran inovatif di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Copyrights © 2025