Masa anak usia dini merupakan periode penting untuk mengembangkan kompetensi lokomotor, termasuk melompat, berlari, meloncat, bergeser, dan galloping. Perkembangan kemampuan ini tidak hanya menunjukkan performa fisik, tetapi juga mencerminkan koordinasi motorik, kontrol postural, fungsi tungkai bawah, aktivitas fisik, dukungan sosial, dan kualitas pembelajaran. Tinjauan sistematis ini mensintesis bukti tentang kemampuan melompat dan kompetensi lokomotor anak usia dini melalui perspektif konstruktivis, sosiokultural, dan behavioristik. Sebanyak 43 referensi berbasis Scopus dianalisis melalui penyaringan sistematis, sintesis naratif, dan ekstraksi tematik. Temuan menunjukkan bahwa kompetensi melompat berkembang secara tidak linear dan dipengaruhi usia, keseimbangan, koordinasi, penggunaan umpan balik, serta stabilitas tubuh. Intervensi berbasis bermain efektif jika dirancang dengan tugas yang jelas, intensitas cukup, dan kesempatan gerak berulang. Dukungan guru, keluarga, lingkungan sekolah, serta umpan balik sistematis menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan lokomotor anak prasekolah secara optimal. Dengan demikian, pembelajaran gerak perlu menggabungkan eksplorasi, pendampingan sosial, penguatan, dan asesmen yang terarah di kelas PAUD.
Copyrights © 2026