Keterampilan sosial anak usia dini perlu dikembangkan melalui pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan anak, bukan hanya melalui pembiasaan rutin. Budaya Melayu, khususnya Tari Zapin, memiliki potensi sebagai konteks pembelajaran karena memuat nilai kebersamaan, keselarasan, disiplin, budi bahasa, dan penghargaan terhadap teman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana aplikasi digital TIMUS dengan muatan Tari Zapin Melayu memfasilitasi penguatan keterampilan sosial anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus etnopedagogis di TK Kemala Bhayangkari 1 Kota Pekanbaru. Partisipan terdiri atas 30 anak usia 5–6 tahun dan 2 orang guru. Pembelajaran dilaksanakan dalam tiga pertemuan pada topik Budayaku, subtopik Kesenian Melayu, dan sub-subtopik Tari Zapin. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara guru, catatan lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi digital TIMUS berperan sebagai artefak budaya digital yang menarik minat anak, memantik aktivitas meniru gerak, bergerak bersama, mengikuti irama, berdiskusi, dan merefleksikan nilai sosial. Aktivitas Tari Zapin menstimulai pengembangan interaksi sosial, komunikasi sosial, kepekaan sosial, dan adaptasi sosial anak. Guru berperan sebagai mediator yang menghubungkan teknologi, budaya Melayu, dan pengalaman sosial anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital kontekstual Tari Zapin Melayu dapat menjadi inovasi pembelajaran PAUD yang bermakna untuk memperkuat keterampilan sosial anak.
Copyrights © 2026