Abstrak : Trematodiasis merupakan salah satu penyakit parasitik yang berdampak signifikan terhadap produktivitas sapi Bali (Bos javanicus), terutama pada fase pedet yang sistem imunnya belum berkembang sempurna. Desa Monggas, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah memiliki karakteristik agroklimat berupa lahan persawahan beririgasi teknis yang mendukung siklus hidup trematoda melalui keberadaan siput Lymnaea sp. sebagai inang perantara. Penelitian ini bertujuan mendeteksi dan mengidentifikasi jenis-jenis Trematoda yang menginfeksi saluran gastrointestinal pedet sapi Bali di Desa Monggas. Penelitian bersifat deskriptif observasional dengan desain cross-sectional terhadap 66 sampel feses pedet berumur 3-7 bulan yang diambil secara purposive sampling dari lima dusun pada Juni 2026. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode natif (direct smear) dan sedimentasi sentrifugasi, dilanjutkan identifikasi morfologi telur di bawah mikroskop cahaya. Hasil menunjukkan bahwa dari 66 sampel, sebanyak 4 sampel (6,06%) positif Trematoda, terdiri atas 1 sampel Fasciola sp. dan 3 sampel Paramphistomum sp., tersebar di Dusun Bajur, Dusun Sabi, dan Dusun Lopan. Ukuran telur Paramphistomum sp. tercatat 155,0 x 114,0 µm dan Fasciola sp. 140,1 x 74,0 µm, sesuai kisaran morfometri acuan. Dapat disimpulkan bahwa pedet sapi Bali di Desa Monggas telah terpapar infeksi Trematoda sejak usia dini sehingga diperlukan program deteksi dini dan pengendalian yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026