Penelitian ini bertujuan mengkaji kesaksian veteran pejuang kemerdekaan sebagai sumber sejarah lisan dalam pembelajaran sejarah berbasis sejarah lokal sekaligus rancangan mengembangkan model pembelajaran yang relevan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah lisan (oral history). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesaksian veteran mengandung dimensi faktual-historis, sosial-kultural, dan nilai yang tidak hanya memperkaya sejarah lokal, tetapi juga berkontribusi pada internalisasi nilai karakter seperti nasionalisme, pengorbanan, keberanian, solidaritas, gotong royong, integritas, tanggung jawab, dan empati historis. Kesaksian veteran juga relevan dengan pembelajaran abad ke-21 karena mendukung student-centered learning, authentic learning, dan historical inquiry yang meningkatkan keterampilan berpikir historis, keterlibatan emosional, dan refleksi peserta didik. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan rancangan model pembelajaran Veteran-Oral History. Secara praktis, model ini menjadi alternatif strategi pembelajaran inovatif dalam Pendidikan Sejarah berbasis sumber autentik, serta direkomendasikan untuk penelitian lanjutan guna menguji efektivitasnya
Copyrights © 2026