p-Index From 2021 - 2026
0.961
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sangkala
Miskawi Miskawi
Pendidikan Sejarah, FKIP, Universitas PGRI Banyuwangi, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemanfaatan Kesaksian Veteran Pejuang Kemerdekaan sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Berbasis Sejarah Lokal Miskawi Miskawi; Ahmad Sulthoni; Akhmad Touwil Firdaus; Ayu Indah Fatma Sari; Susi Febrian Nurmalasari
JURNAL SANGKALA Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v5i2.974

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji kesaksian veteran pejuang kemerdekaan sebagai sumber sejarah lisan dalam pembelajaran sejarah berbasis sejarah lokal sekaligus rancangan mengembangkan model pembelajaran yang relevan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah lisan (oral history). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesaksian veteran mengandung dimensi faktual-historis, sosial-kultural, dan nilai yang tidak hanya memperkaya sejarah lokal, tetapi juga berkontribusi pada internalisasi nilai karakter seperti nasionalisme, pengorbanan, keberanian, solidaritas, gotong royong, integritas, tanggung jawab, dan empati historis. Kesaksian veteran juga relevan dengan pembelajaran abad ke-21 karena mendukung student-centered learning, authentic learning, dan historical inquiry yang meningkatkan keterampilan berpikir historis, keterlibatan emosional, dan refleksi peserta didik. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan rancangan model pembelajaran Veteran-Oral History. Secara praktis, model ini menjadi alternatif strategi pembelajaran inovatif dalam Pendidikan Sejarah berbasis sumber autentik, serta direkomendasikan untuk penelitian lanjutan guna menguji efektivitasnya
Peran Perempuan Pesisir dalam Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Kampung Mandar Banyuwangi Tahun 1998–2021 Lita Dwi Sari; Tofan Priananda Adinata; Miskawi Miskawi
JURNAL SANGKALA Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v5i2.1029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan pesisir dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kampung Mandar Banyuwangi pada periode 1998–2021, mengidentifikasi perubahan peran yang terjadi sejak krisis ekonomi 1998 hingga pandemi Covid-19, serta mengkaji pengaruhnya terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis historis yang menelusuri dinamika perubahan peran perempuan pesisir secara berkelanjutan dalam dua periode krisis yang berbeda, yaitu krisis ekonomi 1998 dan pandemi Covid-19, sehingga memberikan gambaran mengenai proses transformasi peran perempuan dalam jangka waktu yang Panjang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah sosial. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan perempuan pesisir, nelayan, tokoh masyarakat, dan aparat setempat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pesisir memiliki peran domestik, ekonomi, dan sosial yang saling berkaitan. Dalam bidang ekonomi, perempuan berkontribusi melalui kegiatan penjualan ikan, pengolahan hasil perikanan, perdagangan, dan usaha rumah tangga yang membantu meningkatkan pendapatan keluarga nelayan. Dalam bidang sosial, perempuan aktif dalam kegiatan keagamaan, arisan, dan berbagai aktivitas kemasyarakatan. Penelitian juga menunjukkan adanya perubahan peran perempuan yang semakin kuat sejak krisis ekonomi 1998 dan kembali mengalami penguatan pada masa pandemi Covid-19. Perubahan tersebut menjadikan perempuan tidak hanya sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai aktor penting dalam menjaga ketahanan sosial ekonomi masyarakat Kampung Mandar
Konstruksi Nilai Kesetaraan dalam Masyarakat Multikultural: Perspektif Sejarah Sosial di Desa Tamansari Imamatul Hasanah; Tofan Priananda Adinata; Miskawi Miskawi
JURNAL SANGKALA Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v5i2.1031

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kehidupan sosial multikultural, penggunaan bahasa antaretnis, dan dinamika sejarah sosial pembentuk nilai kesetaraan di Desa Tamansari, Banyuwangi. Menggunakan metode kualitatif berpendekatan sejarah sosial, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta divalidasi dengan triangulasi. Hasil penelitian memberikan kontribusi kebaruan dengan mengungkap bahwa harmoni multikultural di Tamansari terbentuk secara organik melalui konstruksi sejarah akar rumput dan fleksibilitas bahasa lintas etnis (Osing, Jawa, Madura, Indonesia) sebagai strategi linguistik adaptif. Penggunaan bahasa yang dinamis ini terbukti efektif mereduksi sekat prasangka kultural dan memperkuat integrasi sosial. Berbeda dengan studi yang memandang integrasi sebagai produk kebijakan formal, temuan ini membuktikan bahwa memori kolektif sejarah bersama dan warisan nilai budaya antargenerasi berperan penting sebagai modal sosial penentu kesetaraan. Studi ini memperluas konsep multikulturalisme dengan menegaskan adaptasi bahasa dan kearifan lokal sebagai pilar ketahanan integrasi  
Jembatan Gantung Bangorejo Tahun 1921: Infrastruktur Kolonial, Mobilitas Transportasi, dan Perubahan Sosial-Ekonomi Masyarakat Banyuwangi Selatan Abel Santoso Nanda Arinza; Agus Mursidi; Miskawi Miskawi
JURNAL SANGKALA Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v5i2.1032

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis latar belakang pembangunan Jembatan Gantung Bangorejo tahun 1921, menjelaskan fungsinya dalam sistem transportasi dan ekonomi kolonial, serta mengkaji dampaknya terhadap kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Banyuwangi Selatan. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh dari arsip kolonial, dokumen lokal, observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara dengan tokoh masyarakat yang mengetahui sejarah Jembatan Gantung Bangorejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan jembatan dilatarbelakangi oleh kebutuhan mengatasi hambatan mobilitas akibat keberadaan Sungai Setail sekaligus mendukung kebijakan kolonial dalam menghubungkan wilayah produksi pertanian di Bangorejo dengan jalur distribusi ekonomi di Banyuwangi Selatan. Jembatan ini berfungsi sebagai sarana transportasi yang memperlancar pergerakan masyarakat serta distribusi komoditas pertanian dari kawasan hinterland menuju pusat perdagangan. Keberadaannya turut meningkatkan aksesibilitas wilayah, memperkuat aktivitas perdagangan lokal, dan memperluas interaksi sosial antarwilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Jembatan Gantung Bangorejo tidak hanya berperan sebagai infrastruktur transportasi kolonial, tetapi juga menjadi instrumen integrasi ekonomi dan transformasi sosial masyarakat setempat. Kebaruan penelitian terletak pada pendekatan mikrohistori yang merekonstruksi peran infrastruktur kolonial berskala lokal dalam membentuk dinamika ekonomi dan sosial masyarakat Banyuwangi Selatan pada awal abad ke-20
Pola Pertanian Masyarakat Osing Banyuwangi sebagai Warisan Budaya Agraris: Makna, Pelestarian, dan Pewarisan kepada Generasi Muda Eka Farisa; Agus Mursidi; Miskawi Miskawi
JURNAL SANGKALA Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v5i2.1033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertanian Masyarakat Osing Banyuwangi sebagai warisan budaya agraris, mengungkap makna budaya yang terkandung di dalamnya, mengidentifikasi upaya pelestarian yang dilakukan masyarakat, serta mengkaji pemahaman generasi muda terhadap pola pertanian tradisional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif sejarah budaya. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, petani, serta generasi muda di Dusun Dukuh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertanian Masyarakat Osing diwujudkan melalui tradisi Labuh Nyingkal, Nguriti, Labuh Tandur, Ngerujaki, dan Labuh Ngampung yang mengandung nilai religius, sosial, dan ekologis. Tradisi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari aktivitas pertanian, tetapi juga sebagai media pewarisan pengetahuan lokal dan identitas budaya masyarakat. Pelestarian dilakukan melalui transmisi pengetahuan antargenerasi, pelaksanaan ritual secara berkelanjutan, serta keterlibatan tokoh adat dan kelompok pemuda dalam kegiatan revitalisasi budaya. Meskipun pemahaman generasi muda terhadap makna budaya pertanian tradisional mulai mengalami penurunan, berbagai upaya revitalisasi menunjukkan potensi keberlanjutan warisan budaya agraris Masyarakat Osing di tengah perkembangan zaman Keywords: Osing community, agricultural patterns, agrarian cultural heritage, cultural preservation, young generation
Dominasi Tugas Tertulis dalam Pembelajaran Sejarah: Karakteristik Pelaksanaan dan Dampaknya terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Neva Yun Alifta; Agus Mursidi; Miskawi Miskawi
JURNAL SANGKALA Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v5i2.1034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dominasi tugas tertulis dalam pembelajaran sejarah, mendeskripsikan pelaksanaannya, serta mengkaji dampaknya terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMK PGRI Rogojampi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas satu guru sejarah dan lima belas siswa kelas X yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah masih didominasi oleh tugas tertulis berupa rangkuman, soal uraian, dan tugas berbasis buku paket yang diberikan secara rutin setelah pembahasan materi. Dominasi tersebut menjadikan tugas tertulis sebagai aktivitas pembelajaran dan instrumen evaluasi utama. Meskipun membantu siswa memahami dan mengingat materi sejarah, penggunaan tugas tertulis yang terlalu dominan belum mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis secara optimal. Siswa masih mengalami kesulitan dalam menganalisis peristiwa sejarah, menyusun argumentasi berdasarkan fakta, dan menghubungkan peristiwa masa lalu dengan konteks kekinian. Oleh karena itu, diperlukan variasi strategi pembelajaran yang lebih interaktif untuk mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran sejarah   Keywords: history learning, written assignments, critical thinking, vocational students, case study