Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia dan berpotensi menyebabkan kerusakan pada jaringan pankreas. Terapi standar DM, seperti obat glibenclamide, berfokus pada penurunan kadar glukosa darah, namun efektivitasnya dalam memperbaiki kerusakan jaringan pankreas masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan terapi tambahan seperti ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides) yang diketahui mengandung senyawa antioksidan untuk menangkal Reactive Oxygen Species (ROS) dalam membantu memperbaiki kerusakan sel β pankreas akibat stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi pankreas tikus wistar DM tipe 2 setelah pemberian ekstrak daun bandotan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain post-test only control group design menggunakan 30 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi kelompok kontrol, kelompok perlakuan obat glibenclamide, dan kelompok perlakuan ekstrak daun bandotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ekstrak daun bandotan memiliki gambaran histopatologi pankreas yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok perlakuan obat glibenclamide, yang ditandai dengan batas pulau Langerhans lebih jelas, jumlah sel yang hanya berkurang sedikit, serta bentuk sel yang relatif normal, meskipun masih ditemukan degenerasi dan nekrosis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun bandotan berpotensi membantu memperbaiki kerusakan jaringan pankreas pada tikus DM tipe 2.
Copyrights © 2026