Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP EFIKASI DIRI PADA PENYANDANG DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SRONDOL BANYUMANIK KOTA SEMARANG Retnaning Ayu Prasetyaningsih; Rodhi Hartono; Fatchurrozak Himawan
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 2, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.769 KB) | DOI: 10.31983/juk.v2i1.8760

Abstract

Gambaran Hemoglobin pada Pendonor yang Ditolak di PMI Tahun 2020-2021 dan Faktor yang Mempengaruhi Hendar Fahmi Ananda; Miftahur Rizqiya Sekar Jati; Dinda Ayu Mustika Putri; Husna Azia; Zainul Akbar; Rodhi Hartono
Jaringan Laboratorium Medis Vol 5, No 1 (2023): May 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlm.v5i1.9288

Abstract

Hemoglobin or Hb is a protein found in red blood cells. This protein is what makes blood red. In normal levels, hemoglobin has many functions for the body, so normal levels of hemoglobin need to be maintained. In addition to giving color, hemoglobin also functions to help red blood cells get their natural shape, which is round with a flatter center. With this shape, red blood cells can easily move and flow in the blood vessels. Based on the Regulation of the Minister of Health Number 91 of 2015 the normal level of hemoglobin before blood donation is 12.5 - 17.0 gr/dL%. When a person's hemoglobin condition is higher or lower than the normal amount, this can be a sign of a health problem.
Gambaran Histopatologi Pankreas Tikus DM Tipe 2 Setelah Pemberian Terapi Ekstrak Daun Bandotan Putri Kurniasiwi; Rodhi Hartono; Lilik Setyowatiningsih; Nurul Kania Puspitha Diani
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/1n8q5k66

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia dan berpotensi menyebabkan kerusakan pada jaringan pankreas. Terapi standar DM, seperti obat glibenclamide, berfokus pada penurunan kadar glukosa darah, namun efektivitasnya dalam memperbaiki kerusakan jaringan pankreas masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan terapi tambahan seperti ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides) yang diketahui mengandung senyawa antioksidan untuk menangkal Reactive Oxygen Species (ROS) dalam membantu memperbaiki kerusakan sel β pankreas akibat stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi pankreas tikus wistar DM tipe 2 setelah pemberian ekstrak daun bandotan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain post-test only control group design menggunakan 30 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi kelompok kontrol, kelompok perlakuan obat glibenclamide, dan kelompok perlakuan ekstrak daun bandotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ekstrak daun bandotan memiliki gambaran histopatologi pankreas yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok perlakuan obat glibenclamide, yang ditandai dengan batas pulau Langerhans lebih jelas, jumlah sel yang hanya berkurang sedikit, serta bentuk sel yang relatif normal, meskipun masih ditemukan degenerasi dan nekrosis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun bandotan berpotensi membantu memperbaiki kerusakan jaringan pankreas pada tikus DM tipe 2.