Lahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berperan penting mendukung kesehatan keluarga dan kelestarian lingkungan. Namun, lahan TOGA yang dikelola oleh kelompok PKK RT 03 RW 12 Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang menghadapi permasalahan berupa rendahnya daya infiltrasi tanah, genangan air saat musim hujan, serta terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai teknologi konservasi tanah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas tanah dan kapasitas masyarakat melalui bimbingan teknis pemasangan lubang resapan biopori. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi observasi lapangan, koordinasi dengan mitra, penyuluhan, pelatihan, praktik pemasangan biopori, serta evaluasi kegiatan. Sebanyak 15 anggota PKK berpartisipasi aktif dan berhasil memasang 15 titik biopori pada lahan TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam konservasi tanah dan air, optimalisasi pemanfaatan sampah organik sebagai bahan kompos, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Teknologi biopori terbukti menjadi solusi sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas tanah sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.
Copyrights © 2026