Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL CLUSTER RIVERPLACE PERUMAHAN TIRTASANI KABUPATEN MALANG Dr. Dra. Utami Retno Pudjowati, M.Si; Muhamad Zenurianto
Prokons: Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 August 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/prokons.v13i2.212

Abstract

Tirtasani Estate doesn’t have communal wastewater treatment which makes the water polluted. To solve those problems, the writer intended to design wastewater treatment plant.  This thesis aimed to (1) find the waswater discharge (2) design the wastewater treatment plant (WWTP) system (3) estimate the cost of WWTP manufacturing.The data needed for this design were the map of the housing, Tirtasani estate’s topographic map, Work Unit Price of Malang District 2018. The data were obtained from site surveys.The design resulted in (1) 85.6 m3 / day wastwater discharge (2) wastewater discharge made into f 4” wastewater pipe; 3 unit of 30 m3 WWTP tank with Anaerobic aerobic system ; 3.25 m x 9.5 m x 3.5 m  WWTP structure. Keywords: communal, design, WWTP
PROGRAM DERIVE BAGI GURU MATEMATIKA SMA DAN SMK KOTA MALANG Kristina Widjajanti; Mohammad Hartono; Utami Retno Pudjowati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak siswa kesulitan dalam penyelesaian matematika. Guru harus memberikan pelbagai metode mengajar yang menarik dan tidak membosankan. Salah satu alternatif metode adalah pembelajaran matematika berbasis komputer. Permasalahannya adalah semua sekolah menengah di Malang tidak mempunyai software untuk penyelesaian matematika. Oleh karena itu guru membutuhkan pelatihan pembelajaran berbasis komputer. Program Derive adalah salah software yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan matematika. Inti kegiatan Iptek bagi Masyarakat (IbM) ini adalah 2 guru matematika SMAN 9 dan 2 guru SMKN 2 mengikuti ToT, serta 16 guru matematika dari pelbagai SMA dan SMK Kota Malang mengikuti pelatihan Program Derive. Hasil kegiatan diperoleh semua peserta sependapat Program Derive sangat menarik dan bermanfaat. Peserta akan mengiinformasikan pada kelompok guru matematika (MGMP) dan mengenalkan Derive pada siswanya. Kata-kata Kunci: metode, pembelajaran, program derive Abstract Many students have difficulty in Mathematics problem. The teachers must give them various teaching methods. One alternative method is Math learning with the computer-based. The problem was all Senior High School in Malang didn’t have the software of Math. The teachers need training of computer-based learning of Math. The derive program is one software to solve the Math problems. Main activity of community service (IbM) are Training of Trainer (ToT) and workshop for the teacher. There are two partners of IbM, such as SMAN 9 and SMKN 2. The sum of ToT is four teachers and sixteen teachers for workshop. The results of activity are all participants like derive program, very interested, easy, and very useful, especially for key-answer. The participants want to tell about derive program to group of math teachers (MGMPs) and introduce derive for the students. Keywords : methods , learning , derive program
Bimbingan Teknis Pengadaan Desain dan Rencana Anggaran Biaya TPQ Pasir Putih Kota Malang: Bimbingan Teknis Pengadaan Desain dan Rencana Anggaran Biaya TPQ Pasir Putih Kota Malang Sumardi; Fauzi Akbar Rahmawan; Indah Ria Riskiyah; Utami Retno Pudjowati
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v8i2.78

Abstract

Taman Pendidikan Al-quran (TPQ) Pasir Putih yang berlokasi di Jl. Pasir putih kota Malang merupakan salah satu fasilitas pendidikan nonformal untuk anak-anak yang memiliki peran penting bagi pengembangan pendidikan agama Islam bagi anak. Sebagai fasilitas pendidikan nonprofit yang dibiayai secara sukarela, maka perawatan dan pembangunan membutuhkan bantuan donatur atau masyarakat sekitar dalam prosesnya. Sehingga permasalahan yang dihadapi perlu mendapat perhatian bukan hanya dari pengelola, namun juga masyarakat.. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan wawancara dan survey kondisi TPQ. Berdasarkan hasil survey dan wawancara,pengelola merasa perlu menambah beberapa fasilitas seperti banner tata cara solat dengan ukuran besar, pengecatan ruangan, mendesain interior ruangan yang lebih nyaman dan pengecatan fasilitas bermain. Seluruh fasilitas tersebut membutuhkan desain yang sesuai kebutuhan dengan estimasi anggaran agar dapat di ajukan kepada donatur jika akan di kerjakan. Berdasarkan hasil desain dan perhitungan didapat Rencana Anggaran Biaya sebesar Rp. 3.952.500
Bimbingan Bahaya Zat Pewarna dan Penyeap Rasa bagi Ibu Kelompok Jumat Berkah Mutia Lina Dewi; Utami Retno Pudjowati; Tutuk Widowati; Rif'atul Khusniah; Qomariah Qomariah; Rofila El Maghfiroh
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) 2023: Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Untuk Mendukung Pencapaian Empat Pilar Pembangunan Men
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tiga tahun terakhir ini ada kegiatan rutin yang dilakukan ibu PKK Joyo Grand Kota Malang yang tergabung pada kelompok Jumat Berkah, yaitu memberikan sumbangan dalam bentuk uang atau bahan pokok, memasak bersama dan memberikan makanan tersebut secara gratis pada jamaah sholat Jumat mesjid Muhajirin yang berlokasi di RW 08 Joyo Grand Malang. Makanan berupa nasi dengan lauk pauk dan sayur. Banyak ibu pandai memasak aneka olahan ikan, daging, ayam, dan sayuran. Ibu PKK kurang memahami bahaya zat pewarna dan penyedap rasa pada masakan. Oleh karena itu ibu PKK membutuhkan penyuluhan berupa bimbingan bahaya zat pewarna dan penyedap rasa pada masakan. Selain itu kelompok Jumat Berkah membutuhkan penunjang kegiatan sosial ini seperti alat masak dan tikar yang selama ini meminjam dari ibu-ibu sendiri. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) adalah meningkatkan kemampuan dan menumbuhkan kreatifitas masakan bagi kelompok Jumat Berkah RW 08 Joyo Grand Malang. Manfaat yang diharapkan masakan sehat dan bergizi. Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan respon positif dan berharap ada kelanjutan kegiatan pengabdian. Ibu ibu kelompok Jumat berkah banyak bertanya tentang bahaya zat pewarna dan penyedap rasa. Bantuan telah diberikan berupa Chopper untuk memblender bumbu, Aneka Sendok Memasak, dan Tikar. Kegiatan pengabdian telah dipublikasikan pada media sosial You Tube. Kata kunci-pengabdian masyarakat, zat pewarna, penyedap rasa,
PERENCANAAN ULANG SALURAN DRAINASE DENGAN SISTEM ECODRAINAGE PADA KELURAHAN GUNUNG GEDANGAN KECAMATAN MAGERSARI KOTA MOJOKERTO May Yosseva Putri Yana; Mona Shinta Safitri; Utami Retno Pudjowati
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i2.9718

Abstract

Perkembangan pesat kawasan Kelurahan Gunung Gedangan, Kota Mojokerto, akibat peningkatan kebutuhan perumahan dan infrastruktur menyebabkan perubahan tata guna lahan yang berdampak pada meningkatnya limpasan air hujan serta menurunnya kapasitas sistem drainase eksisting. Kondisi topografi yang relatif datar juga menjadikan wilayah ini rentan terhadap genangan dan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi saluran drainase eksisting serta merencanakan ulang sistem drainase berbasis ecodrainage melalui penerapan sumur resapan dan kolam retensi. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi dengan distribusi Gumbel dan Log Pearson Tipe III, serta uji kesesuaian Chi-Square dan Smirnov-Kolmogorov dengan kala ulang 10 tahun. Data yang digunakan berupa data curah hujan, peta topografi, hasil survei lapangan, serta Harga Satuan Pekerjaan Kota Mojokerto tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar saluran drainase eksisting tidak mampu menampung debit banjir rancangan sehingga berpotensi menimbulkan genangan. Perencanaan ulang dilakukan dengan memperbesar dimensi saluran serta menambahkan 42 sumur resapan dengan kedalaman 3 meter dan kolam retensi berukuran 20 × 20 meter. Curah hujan rancangan diperoleh sebesar 78,055 mm/hari. Total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan sistem drainase berbasis ecodrainage diperkirakan sebesar Rp 2.420.169.504. Dengan penerapan sistem ini, kapasitas drainase diharapkan mampu mengurangi potensi genangan dan meningkatkan kinerja sistem pengelolaan air di wilayah penelitian.
Peningkatan Kualitas Tanah Lahan Toga Melalui Bimbingan Teknis Pemasangan Biopori di Desa Watugede, Kec. Singosari, Kab. Malang Muhamad Tri Aditya; Ikrar Hanggara; Helik Susilo; Armin Naibaho; Utami Retno Pudjowati; Yessi Widyasari
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 07 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i07.3771

Abstract

Lahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berperan penting mendukung kesehatan keluarga dan kelestarian lingkungan. Namun, lahan TOGA yang dikelola oleh kelompok PKK RT 03 RW 12 Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang menghadapi permasalahan berupa rendahnya daya infiltrasi tanah, genangan air saat musim hujan, serta terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai teknologi konservasi tanah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas tanah dan kapasitas masyarakat melalui bimbingan teknis pemasangan lubang resapan biopori. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi observasi lapangan, koordinasi dengan mitra, penyuluhan, pelatihan, praktik pemasangan biopori, serta evaluasi kegiatan. Sebanyak 15 anggota PKK berpartisipasi aktif dan berhasil memasang 15 titik biopori pada lahan TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam konservasi tanah dan air, optimalisasi pemanfaatan sampah organik sebagai bahan kompos, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Teknologi biopori terbukti menjadi solusi sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas tanah sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.
PERENCANAAN ULANG SISTEM DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN SUMBEREJO KOTA BATU Nadhifatu Zulfa; Utami Retno Pudjowati; Ikrar Hanggara
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.3605

Abstract

Kelurahan sumberejo merupakan salah satu daerah yang rawan banjir menurut data BPDB Kota Batu. Berdasarkan survei lapangan, banjir disebabkan oleh meningkatnya pembangunan yang membuat berkurangnya daerah resapan air. Permasalah utama adalah sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik dan berkurangnya kapasitas saluran yang menyebabkan terjadinya genangan di beberapa tempat pada saat intensitas hujan tinggi. Tujuan penelitian yaitu mengevaluasi kondisi sistem drainase kemudian menghitung debit limpasan untuk merencanakan drainase berwawasan lingkungan dan menghitung dimensi saluran, setelah itu menghitung rencana anggaran biaya yang dibutuhkan. Penelitian ini dimulai dari menganalisis kondisi dilapangan kemudian menghitung banjir rancangan dan menganalisis kapasitas saluran drainase. Hasil dari analisis curah hujan rancangan dengan kala ulang 2 tahun sebesar 54,64 mm/hari; debit rancangan yaitu mulai dari 0,00158 m³/detik sampai 0,05128 m³/detik; biopori dengan diameter 0,1 meter dan tinggi 1 meter dengan jumlah 269 buah; dimensi saluran dengan lebar 0,4 meter dan kedalaman 0,6 meter dengan bentuk persegi berupa u-ditch pracetak; estimasi biaya perencanaan ulang sebesar Rp. 3.952.514.686,36.
PENANGGULANGAN BANJIR MENGGUNAKAN MODULAR TANK TERUSAN JALAN KOLONEL SUGIONO WARU KABUPATEN SIDOARJO Rizqi Ferry Andriansyah; Ikrar Hanggara; Utami Retno Pudjowati
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.3822

Abstract

Jalan Kolonel Sugiono Waru, Kabupaten Sidoarjo sering mengalami banjir dikarenakan sistem drainase yang kurang optimal dan pengalihan tata guna lahan tanpa adanya bangunan tambahan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi eksisting sistem drainase Jl. Kolonel Sugiono hingga Jl. Raya Kundi sepanjang 5,00 km. Penelitian ini menggunakan metode analisis kondisi eksisting, analisis hidrologi untuk menghitung hujan dan banjir rancangan dengan kala ulang 15 tahun. Hasil analisis tersebut didapatkan hasil hujan rancangan sebesar 635,85 mm/bulan atau 43,851 mm/hari, untuk debit rancangan dengan total 0,301 m3/detik untuk ruas kanan dan 0,134 m3/detik untuk ruas kiri sehingga terdapat 11 titik pada ruas kanan maupun ruas kiri yang mengalami luapan (Qhit > Qrenc). Akan tetapi, pada kecepatan aliran minimum (Vmin) tidak memenuhi sehingga dilakukan perencanaan ulang pada ruas kanan dan ruas kiri dengan dimensi minimum 300mm x 300mm dan maksimum 600mm x 1000mm dengan penambahan bangunan pelengkap. Penambahan modular tank dengan kebutuhan 1708 Unit yang disusun menjadi dua tumpukan pada ruas jalan drainase dengan penampang trapesium, kapasitas tampungan 50% sehingga dalam 1 jam dapat mereduksi hingga 40% menjadi pilihan solusi penanggulangan banjir di kawasan tersebut. Biaya yang dibutuhkan untuk rehabilitasi saluran baru dan pengadaan modular tank sebesar Rp 24.647.082.895,84. Untuk penelitian selanjutnya, perencanaan modular tank direncanakan ke seluruh ruas saluran dan memperhitungkan beban yang di terima oleh modular tank.
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA JALAN RAYA TEMPEH KABUPATEN LUMAJANG Ahmad Rezandria Imawan; Utami Retno Pudjowati; Ayisya Cindy Harifa
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.3871

Abstract

Ruas Jalan Raya Tempeh terletak di Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Di sepanjang ruas jalan tersebut, tidak ditemukan saluran drainase sehingga menyebabkan terjadinya genangan air di jalan setelah hujan turun. Tujuan penelitian ini adalah menghitung curah hujan rancangan, menghitung debit banjir rancangan, menghitung dimensi saluran drainase, menghitung dimensi sumur resapan, dan menghitung rencana anggaran biaya. Penelitian ini menggunakan metode Log Pearson tipe III dengan kala ulang 5 tahun, uji kesesuaian dengan metode Chi-Square dan Smirnov-Kolmogorov, intensitas hujan dengan metode Mononobe, debit banjir rancangan dengan metode rasional, dan mendesain saluran drainase berdasarkan hasil perhitungan. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari peta topografi, data curah hujan dari 3 stasiun terdekat: Besuk, Tempeh Lor, dan Tempeh Kidul tahun 2013 sampai dengan 2022, dan harga satuan pekerjaan Kabupaten Lumajang tahun 2022. Hasil perhitungan diperoleh curah hujan rancangan sebesar 129,073 mm/hari. Debit banjir rancangan yang dihasilkan bervariasi, mulai dari 0,110 m3/detik hingga 2,203 m3/detik. Perencanaan saluran drainase berbentuk persegi dengan material batu kali. Saluran drainase tersebut memiliki ukuran minimal lebar 0,4 m, tinggi 0,4 m, ukuran maksimal lebar 1 m, dan tinggi 1,6 m. Drainase berwawasan lingkungan menggunakan sumur resapan dengan diameter berukuran 1 meter dan kedalaman 1,8 meter. Hasil perhitungan biaya konstruksi untuk saluran drainase tersebut sebesar Rp8.317.368.000,00. Berdasarkan hasil analisis dan perencanaan drainase berwawasan lingkungan, genangan air hujan di sepanjang ruas Jalan Raya Tempeh Kecamatatan Tempeh, Kabupaten Lumajang dapat diatasi dengan saluran drainase yang direncanakan serta peletakan sumur resapan sejumlah 59 titik.
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE DAN PENERAPAN PANEN AIR HUJAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN GRAND ZAM-ZAM LUMAJANG Fathur Chandra Maulana; Sutikno Sutikno; Utami Retno Pudjowati
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4021

Abstract

Drainase merupakan sistem penting dalam perencanaantata ruang wilayah dan perlu direncanakan sesuai kebutuhanuntuk memperoleh fungsi yang sesuai. Fenomena saat iniadalah banyak perubahan lahan menjadi area perumahan. Contohnya, di Kabupaten Lumajang banyak lahan yang berubah menjadi perumahan namun tidak disertai denganperencanaan saluran drainase berkelanjutan untuk menunjangkeberhasilan pembangunan. Hal ini karena di wilayah tersebutmasih kekurangan air. Tujuan penelitian ini adalahpemanfaatan air hujan kembali bagi penghuni. Metode yang digunakan pada perencanaan ini adalah metode rata-rata aljabar dan distribusi gumbel. Data yang digunakan terdiridari peta topografi, curah hujan 3 stasiun, site plan, dan HSPK tahun 2022. Hasil perhitungan diperoleh intensitas hujan sebesar71,6949 mm/hari. Rencana saluran drainase berbentuk persegiberbahan beton dengan ukuran minimal lebar 0,3 m dan tinggi0,1 m, ukuran maksimal lebar 0,5 m dan tinggi 0,7 m. Hasilpanen air hujan pada atap ukuran 6 m x 5 m yaitu 0,00203m3/detik, limpasan yang dihasilkan sebanyak 0,001672m3/detik. Estimasi biaya yang diperlukan untuk perencanaansaluran drainase dan panen air hujan sebesarRp2.685.340.252,00. Proyek pembangunan perumahan Grand Zam-zam dibangun di wilayah yang kurang air, untukmemenuhi kebutuhan air bagi penghuni maka dapat diatasidengan penerapan ekodrainase berupa panen air hujan.