Kerusakan perkerasan jalan sering dipengaruhi oleh kondisi tanah dasar yang memiliki daya dukung rendah. Ruas Jalan Paroman Sawah–Kampung Pinang di Kabupaten Pasaman Barat mengalami kerusakan berupa retak dan penurunan permukaan meskipun telah dilakukan perbaikan perkerasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik fisis dan mekanis tanah dasar serta pengaruhnya terhadap kerusakan perkerasan lentur. Investigasi lapangan dilakukan menggunakan Hand Auger Boring pada STA 0+500 hingga STA 0+900, dilanjutkan dengan pengujian laboratorium meliputi kadar air, berat jenis, analisis saringan, batas Atterberg, dan uji triaxial. Hasil penelitian menunjukkan kadar air rata-rata sebesar 54,19%, nilai berat jenis (Gs) 2,34, dan persentase lolos saringan No. 200 sebesar 79,17%. Nilai Liquid Limit (LL) sebesar 51,02% dan Plasticity Index (PI) sebesar 5,42 mengindikasikan tanah tergolong lanau inorganik (ML) berdasarkan klasifikasi USCS. Hasil uji triaxial menunjukkan nilai kohesi rata-rata 4,69 kPa dan sudut geser dalam (ϕ) 2,75°, yang menandakan kuat geser tanah sangat rendah. Kondisi tersebut menyebabkan tanah dasar rentan mengalami deformasi dan penurunan sehingga berkontribusi terhadap kerusakan perkerasan jalan.
Copyrights © 2026