Tanah merupakan komponen utama dalam konstruksi teknik sipil yang memiliki karakteristik dan kekuatan berbeda-beda, sehingga perlu dianalisis sebelum digunakan sebagai dasar bangunan. Pada daerah dengan topografi curam, kondisi tanah yang kurang stabil dapat meningkatkan risiko longsor yang dipengaruhi oleh sifat fisik dan mekanik tanah serta faktor eksternal seperti curah hujan. Kota Ambon memiliki kondisi perbukitan dengan curah hujan tinggi sehingga rentan terhadap longsor, salah satunya di kawasan Tanjakan 2000, Batu Merah. Oleh karena itu, diperlukan penyelidikan karakteristik tanah sebagai dasar perencanaan konstruksi yang aman. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sifat fisik dan mekanik tanah melalui pengujian berat jenis, kadar air, batas-batas Atterberg, analisis saringan, serta uji geser langsung. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada tiga titik di lereng dan diuji di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan nilai berat jenis sebesar 2,61, kadar air 36,20%, batas cair 44,54%, batas plastis 23,91%, dan indeks plastisitas 20,63%. Berdasarkan klasifikasi USCS, tanah termasuk kelompok SC (clayey sand) dan menurut AASHTO termasuk A-2-7. Hasil uji geser langsung menunjukkan kohesi sebesar 4,468 kPa dan sudut geser dalam sebesar 10,358°. Nilai tersebut menunjukkan bahwa tanah memiliki kekuatan geser relatif rendah sehingga berpotensi tidak stabil, terutama saat jenuh air, sehingga diperlukan penanganan untuk mengurangi risiko longsor.
Copyrights © 2026