Penelitian ini bertujuan mengungkap seberapa besar pengurangan porsi narasi Palestina pada media Arab pasca Perang Gaza 2023, yakni pada portal Al-Arabiya yang berada di bawah MBC group Saudi Arabia, dan portal Al-Jazeera yang berpegang pada ideologi Anti Status-Quo otoritas kawasan di Qatar. Menurut data dari Google Trends, Atensi terhadap Palestina pasca Serangan 7 Oktober 2023 justru cenderung menurun, sedangkan Atensi terhadap Gaza justru melonjak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK ) Model Theo Van Leeuwen karena relevansinya dalam mendeteksi bagaimana aktor sosial dan peristiwa ditampilkan (inklusi) atau disembunyikan (eksklusi) dalam teks media yang menjadi tendensi ideologis di balik pemberitaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 8 teks berita dengan 4 tema krusial pada momentum penting pasca dimulainya Perang Gaza dengan periode pemberitaan mulai 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2024, pada portal al-Arabiyya dan al-Jazeera. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari total 10 data eksklusi dan 37 data inklusi, penyembunyian (eksklusi) narasi Palestina lebih banyak dilakukan Al-Arabiya dengan total 7 Data sedangkan Al-Jazeera dengan total 3 data, menunjukkan adanya upaya pengaburan narasi Palestina yang lebih besar pada portal al-Arabiyya. sedangkan penampilan (inklusi) narasi Gaza pada Al-Arabiya penuh dengan Pengaburan, Pembingkaian, dan Pengalihan dengan total 23 Data inklusi bermuatan negatif, sementara Al-Jazeera menampilkan narasi Gaza (inklusi) secara lugas dan terbuka dengan total 14 Data. Kata Kunci: Eksklusi; Gaza; Inklusi; Media; Palestina.
Copyrights © 2026