Bullying di lingkungan sekolah merupakan permasalahan mendesak yang berdampak serius terhadap kesehatan mental, perkembangan sosial, serta iklim pembelajaran siswa, baik bagi korban maupun pelaku. Dampak jangka panjang berupa trauma psikologis pada korban dan kecenderungan perilaku menyimpang pada pelaku menunjukkan perlunya intervensi yang cepat, tepat, dan aplikatif di setting sekolah. Oleh karena itu, latihan asertif sebagai bentuk intervensi darurat menjadi strategi yang urgen untuk meningkatkan asertivitas siswa sekaligus menurunkan perilaku bullying secara preventif dan korektif.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas latihan asertif sebagai intervensi darurat bullying terhadap tingkat asertivitas dan perilaku bullying pada siswa di SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara. Metode penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari 24 siswa berusia 15–17 tahun, yang dibagi menjadi 12 siswa pada kelompok intervensi dan 12 siswa pada kelompok kontrol. Data dikumpulkan dengan instrument kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji analisa paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat asertivitas serta penurunan kecenderungan perilaku bullying pada siswa, baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol. Secara statistik terdapat pengaruh signifikan pemberian latihan asertif terhadap pencegahan perilaku bullying di sekolah. Simpulan dari penelitian ini adalah latihan asertif efektif digunakan sebagai intervensi darurat dalam upaya pencegahan perilaku bullying di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026