Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH VARIASI KADAR PROPILENGLIKOL TERHADAP UJI KUALITAS SEDIAAN SALEP GETAH PEPAYA (Carica papaya L) MENGGUNAKAN BASIS HIDROKARBON Prasetya, Ardhi; Rahmawati, Farida; Handayani, Sri
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi kadar propilenglikol terhadap uji kualitas salep getah pepaya (Carica papaya L) dengan menggunakan basis hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas salep getah pepaya dengan basis hidrokarbon. Penelitian ini meliputi pembuatan salep dengan menggunakan bahan aktif getah pepaya dengan bobot salep hingga 10 gram metode yang digunakan triturasi, dilanjutkan dengan pengujian kualitas dari salep getah pepaya meliputi uji organoleptis, uji daya sebar, uji daya lekat, uji daya proteksi, dan uji pH. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Sampel yang digunakan adalah pepaya jenis semangkaBerdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa getah pepaya dalam sediaan salep memliki uji kualitas organoleptis dengan bentuk masa lembek, warna putih dan bau aroma mawar. Hasil uji organoleptis, uji pH dan daya proteksi dianalisis secara deskriptif sedangkan hasil uji daya sebar dan daya lekat dianalisis secara statistik dengan uji normalitas dan homogenitas dengan Kolmogorov-Smirnov test dilanjutkan uji statistik analisis varian (anova) satu jalan dengan tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan ke uji Tukey HSD dengan tingkat kepercayaan 95%.Berdasarkan penelitian yang dilakukan salep getah pepaya dengan variasi kadar propilenglikol yang paling baik dari ketiga formula adalah formula I dengan krim berbentuk masa salep berwarna putih memiliki aroma mawar, pH 5, daya sebar 71,08 ± 1,1427, daya lengket 5,2466 ± 0,9669 dan memiliki daya proteksi sampai menit ke-5. Kata kunci : Uji Kualitas, Basis Hidrokarbon, Buah Pepaya
FORMULASI GEL ANTINYAMUK MINYAK ATSIRI BATANG SEREH WANGI (Cymbopogon nardus ,L. Rendle ) Novita Dewi, Lila; Nurhaini, Rahmi; Handayani, Sri
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sereh wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) bermanfaat untuk anti radang, antinyamuk, menghilangkan rasa sakit dan melancarkan sirkulasi darah (Hariana, 2006).Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental, dimana dalam pelaksanaannya dilakukan perlakuan tertentu.Langkah pertama adalah destilasi minyak atsiri batang sereh wangi dengan destilasi air-uap air. Selanjutnya dibuat gel dengan basis carbopol dan tragakan dengan berbagai konsentrasi. Gel yang dibuat kemudian dilakukan uji kontrol kualitas seperti uji organoleptis, uji derajat keasaman atau pH, uji daya lekat dan uji daya proteksi. Hasil uji organoleptis, uji pH dan daya proteksi dianalisis secara deskriptif sedangkan hasil uji daya sebar dan daya lekat dianalisis secara statistic dengan uji normalitas dan homogenitas dengan Kolmogorov-Smirnov test dilanjutkan uji statistic analisis varian (anova) satu jalan dengan tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan ke uji Tukey HSD dengan tingkat kepercayaan 95%.Berdasarkan penelitian yang dilakukan formulasi gel  antinyamuk minyak atsiri batang sereh wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) yang baik dari kelima formula adalah formula I, formula II dan formula III.Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah formulasi gel  antinyamuk minyak atsiri batang sereh wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) yang memenuhi standar kualitas gel adalah formula I, formula II dan formula III. Kata kunci: Formulasi Gel, Minyak Atsiri, Batang Sereh Wangi
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pasien Dalam Mengkonsumsi Obat Antihipertensi Di Puskesmas Jatinom Sri Handayani; Rahmi Nurhaini; Tri Jannah Aprilia
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 10 No 2 (2019): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : STIKES MUHAMMADIYAH KLATEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many degenerative diseases occur because of an unhealthy lifestyle. One type of degenerative disease is hypertension. Hypertension is a disease that requires long-term therapy, so it requires patient coverage in the treatment needed to control blood pressure and reduce the risk of complications. This study discusses the factors that influence the consideration of patients in taking antihypertensive drugs.This research is a descriptive analytic research with cross sectional design. The population of the study amounted to 1215 with an average of 101 hypertension visits a month. The number of samples taken was 50 respondents by accidental sampling. Measurement of compliance was carried out using the MMAS (Modified Morisky Adherence Scale) questionnaire.The results of this study can be concluded that the factors of sex, level of last education, employment status, duration of hypertension, insurance participation, level of knowledge, access to health services, family support, the role of health workers, and motivation for treatment, have no relationship with compliance in taking antihypertensive drug
Standarisasi Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol Biji Alpukat (Persea americana Mill) Rahmi Nurhaini; Sri Handayani; Safira Norosa Yusmah
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 11 No 2 (2020): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : STIKES MUHAMMADIYAH KLATEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standardisasi ekstrak tumbuhan obat di Indonesia merupakan salah satu tahapan penting dalam pengembangan obat asli Indonesia. Biji alpukat (Persea americana Mill) merupakan salah satu bagian tanaman yang mengandung senyawa aktif diantaranya adalah golongan flavonoid, alkaloid, dan saponin. Senyawa aktif tersebut, khususnya golongan flavonoid mempunyai aktivitas sebagai antifungi, antiviral dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan standardisasi ekstrak etanol biji alpukat sehingga diharapkan dapat digunakan sebagai acuan parameter standar mutu ekstrak karena standarisasi biji alpukat belum tercantum di MMI dan FHI. Dalam penelitian ini penyarian ekstrak etanol biji alpukat dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Penetapan parameter spesifik yaitu dengan mengetahui identitas simplisia, organoleptis ekstrak, serta senyawa yang terlarut dalam air dan etanol. Penetapan parameter non spesifik meliputi kadar air dan bobot jenis. Ekstrak kental biji alpukat diperoleh dari hasil maserasi menggunakan etanol 96% dengan perolehan rendemen sebesar 7,72%. Hasil standarisasi untuk parameter spesifik menunjukkan identitas nama latin Persea americana Mill, bagian yang digunakan biji dan nama daerah tumbuhan alpukat. Organoleptik ekstrak kental, warna cokelat kehitaman, rasa pahit dan bau khas biji alpukat, dengan kandungan senyawa yang larut dalam air 34,8%, larut dalam etanol 87,5%. Hasil Parameter non spesifik menunjukkan kadar air 15,6%, bobot jenis 1,00541 g/mL. Dari hasil diatas dapat disimpulkan Standarisasi Ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill) memenuhi persyaratan yang ditetapkan, secara spesifik dan non spesifik. Kata Kunci : Biji alpukat (Persea americana Mill), standarisasi, spesifik, non spesifik.
Pengaruh Terapi Okupasi Membatik terhadap Penurunan Halusinasi Pendengaran pada Pasien Skizofrenia Nur Wulan Agustina; Sri Handayani; Endang Sawitri; Muhamad Ilham Nurhidayat
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.4.2021.843-852

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan yang mempengaruhi pikiran, persepsi, emosi, gerakan, dan perilaku seseorang. Sebanyak 90% pasien skizofrenia mengalami halusinasi. Banyaknya angka kejadian halusinasi maka perlu adanya penatalaksanaan nonfarmakologi seperti terapi okupasi. Terapi okupasi membatik dipilih karena memberikan yang baik yaitu menenangkan dan meningkatkan rasa percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi membatik terhadap penurunan halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Jenis penelitian ini adalah quasy experimental dengan desain one-group pre-post test with control design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Besar sampel sebanyak 20 responden yaitu 10 intervensi dan 10 kontrol.  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Auditory Hallucinations Rating Scale (AHRS). Uji statistik menggunakan paired t-test dan Mann Withney. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan halusinasi pendengaran antara nilai pretest dan posttest pada pasien skizofrenia kelompok intervensi maupun control di Ruang Flamboyan RSJD Dr. RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah ditunjukkan dengan hasil p value 0,000 (p < 0,05). Rerata penurunan halusinasi pendengaran pada kelompok intervensi lebih tinggi dibanding pada kelompok kontrol. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pelaksanaan terapi okupasi membatik terhadap perubahan halusinasi pendengaran pada pasien Skizofrenia dengan hasil p value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan adanya pengaruh terapi okupasi membatik terhadap penurunan halusinasi pendengaran pasien skizofrenia di Ruang Flamboyan RSJD Dr. RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah.
STAPHYLOCOCCUS AUREUS CONTAMINANT OF MEAT BASED FOOD STREET ON SALE ARROUND ELEMENTARY SCHOOL Sri Handayani
UNEJ e-Proceeding 2017: Proceeding of 3rd International Nursing Conference
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Eating is needed by body to gain enough nutritions for our life, recovery, energy at doing activities, growth and development. Nutritious foods are important for students in order to improve the quality of human resources. Applicable intervention to provide nutritious foods for them is by giving attention to their snacks. Snacks for students may give high contribution at providing nutritions for them, on the other hand snacks may also have a high-risk of biologically or chemically contaminated which lead them to have health problems. Methods: The research method was comparative used cross sectional study. The research measured Staphylococcus aureus contaminant of food street, behaviour of merchant, tableware and food presentation. The sampling method was purposive sampling by taking samples from different merchants. The samples size were 21 samples consisting of cilok, sausage and nuggets. Methods of data collection was interview, observation and laboratory examination. Results: The results showed : cilok, sausage, and nugget were contaminated by staphylococcus aureus with the percentage of 100%, 70% and 88% respectively. The unhygienic behavior of the merchants, tableware and food serving created a high risk of food contamination. Conclusions: factors which related to the contamination of Staphylococcus aureus in cilok, sausage, and nugget were the behavior of the merchants, tableware, and food serving. Keywords: Staphylococcus aureus, meat based street food, contaminant
Parent Involvement in Shapping Behavior of Elementary School Children Sri Handayani; Nur Wulan Agustina; Istianna Nurhidayati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 3 No 4 (2021): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.812 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v3i4.700

Abstract

School-age children will basically spend a lot of time in school. This condition will have great potential to buy street food sold in the school environment. Parents in this case are mothers who have an important role in directing children's snacking behavior. Objective: This study aims to analyze the involvement of parents in shaping basic child snacking behavior. This research is a quantitative study using an analytical survey method with a cross sectional approach. The sample size of the study was 74 children, which were taken using a simple random sampling technique. Collecting data using a questionnaire to measure children's snacking behavior and parental involvement. Data analysis used multiple logistic regression with a significance level of 95%. The results showed that there was a relationship between the variables of breakfast habituation, giving pocket money and family habits of snacking outside, which were closely related to children's snacking behavior at school. There is one variable, namely bringing lunch to school is not related to children's snacking behavior. Based on the results of the study, it can be concluded that parental involvement in the formation of snacking behavior is the habit of preparing breakfast, giving pocket money, and family eating habits.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengendalian Dan Pengontrolan Penyakit Tidak Menular : Posbindu Ptm Di Dusun Gunung Cilik Desa Watu Gajah Gedangsari Gunung Kidul Istianna Nurhidayati; Sri Handayani; Ratna Agustiningrum
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v4i2.134

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan penyebab kematian utama di dunia. WHO memaparkan 29 juta (80%) kematian  karena penyakit tidak menular terjadi di negara berkembang. Kondisi ini timbul akibat perubahan perilaku manusia dan lingkungan yang cenderung tidak sehat terutama pada negara-negara berkembang. Pada awal perjalanan Penyakit tidak menular seringkali tidak bergejala dan tidak menunjukkan tanda klinis secara khusus sehingga datang sudah terlambat atau pada stadium lanjut akibat tidak mengetahui dan menyadari kondisi kelainan yang terjadi pada dirinya. Tujuan kegiatan ini adalah untukmeningkatkan peran serta masyarakat dalam pengendalian dan mengontrol penyakit tidak menular di dusun gunung cilik Watu gajah gunung kidul.Kegiatan melibatkan tokoh masyarakat, kader kesehatan dan para penderita penyakit tidak menular di dusun Gunung cilik. Kegiatan dilakukan dengan tiga tahap yaitu sosialisasi, pengorganisasian dan pelatihan kader. Sosialisasi dilakukan untuk mengedukasi masyarakat tentang penyakit tidak menular dan pentingnya Posbindu PTM, pengorganisasian Posbindu untuk membentuk kepengurusan dan pelatihan kader untuk membekali kader dalam pelayanan posbindu. Kegiatan dilaksankan dengan baik dan mendapat respon kooperatif , antusias dan aktif setiap kegiatan dilakukan . pemerintah desa Watu gajah dan Puskesmas Gedangsari  mendukung keberadaan posbindu PTM di dusun Gunung cilik  untuk mengendalikan dan mengontrol penyakit tidak menular.
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN COVID-19 DENGAN“GOTONGROYONG JOGOTONGGO” DI RW VIII DAN RW X DESA JOMBORAN KLATEN TENGAH - KLATEN Istianna Nurhidayati; Sri Handayani; Ratna Agustiningrum
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v4i1.101

Abstract

Penambahan dan penyebaran kasus COVID-19 secara global berlangsung cukup cepat. Pada tanggal 28 Maret 2020 WHO memasukkannya dalam kategori Very High risk assessment dimana pada saat itu telah dilaporkan total temuan kasus infeksi sebesar 571.678  kasus dengan total 26.494 kematian. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengendalian dan pencegahan penularan penyakit Covid-19 di RW VIII dan X desa Jomboran Klaten Tengah Klaten. Kegiatan melibatkan tokoh masyarakat, remaja serta kader kesehatan. Kegiatan melalui tiga tahap yaitu tahap awal yaitu sosialisasi, tahap ke dua adalah pelaksanaan. Tahap pelaksanaan   yang  meliputi edukasi masyarakat, pengorganisasian, pelatihan pemuda dan kader kesehatan, pendampingan pemantauan isolasi mandiri dengan diakhiri tahap evaluasi kegiatan. Edukasi masalah Covid dilakukan dengan whatsApp group, spanduk dan poster, pelatihan kader dan karang taruna. Kegiatan dilaksanakan dengan baik dan diperoleh keadaan kesehatan Masyarakat RW VIII dan X tidak ada yang terconfirm Covid-19.  Pemerintah Desa Jomboran mendukung keberadaan gotongroyong jogo tonggo  untuk mencegah penularan Covid-19. Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, Pencegahan, Covid-19.
Gambaran Pelaksanaan Indikator Mutu Syariah Perawat di Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI Arlina Dhian Sulistyowati; Sri Handayani; Kasih Nursanti
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.94 KB) | DOI: 10.32584/jkmk.v2i1.214

Abstract

Sharia is the standard quality indicators in Islamic hospitals consisting of indicators of minimum service standard (SPM) Quality Indicators and the compulsory Islamic Sharia. Indicators of the quality of the Sharia has a purpose in an effort to standardize the measurement and documentation of application of Islamic values in the service of the patient. Indicators Quality Syariah consists of 8 quality indicators Sharia SPM which consist of reading basmalah in administering drugs and action, hijab mandatory training for patients, for patients, educational fqih Islami, ECG examination according to gender, the wearing of a hijab nursing mothers , the wearing of hijab in the operating room and scheduling operations outside of prayer time. Indicators of the quality of the sharia is another indicator of the quality of compulsory Shariah which consists of mentoring talqin patients breathe death, reminiscent of the time of prayers and the installation of appropriate gender DC. This research aims to know the description of the implementation of the Sharia quality indicators conducted by nurses in inpatient PDHI Yogyakarta Islamic hospital which reflects the implementation of spiritual services to the patient.  This research uses descriptive quantitative research design. The population in this study are all the nurses in inpatient care. The respondents of the research as much as 63 respondents obtained with the Total Sampling techniques by observing the exclusion criteria in research. Instrument research using questionnaires. Analysis of univariate data by using a percentage. The results showed of 63 respondents, a total of 6.3% of the respondents the implementation of Sharia in the category quality indicators are lacking, 38.1% of respondents in the category is good enough and as much as 55, 6% in the category either. The conclusion that can be drawn from this study is the implementation of a quality indicator of the Sharia Islamic in PDHI Yogyakarta Hospital in the category of good.