Penelitian ini bertujuan menganalisis peran orang tua dalam mengembangkan kemampuan sosial-emosional anak usia 5-6 tahun di Desa Gunung Melayu, Kecamatan Kualuh Selatan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 11 pasang orang tua. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan sosial-emosional anak dioptimalkan melalui lima peran strategi orang tua: pembimbing (mentor), teladan (role model), pengawas (supervisor), fasilitator (fasilitator), dan teman (pendamping). Keterlibatan aktif dan konsisten dalam kelima peran tersebut efektif menekan kecanduan gawai, meredakan impulsivitas emosi, serta meningkatkan sikap empati dan kemampuan berinteraksi anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengasuhan suportif orang tua menjadi fondasi krusial bagi kematangan sosial-emosional anak usia dini.
Copyrights © 2026