Masa postpartum merupakan periode kritis yang berlangsung hingga 42 hari setelah persalinan. Pada periode ini ibu berisiko mengalami berbagai komplikasi, termasuk gangguan pembekuan darah (koagulasi) yang dapat menyebabkan perdarahan postpartum maupun tromboemboli. Perubahan fisiologis sistem hemostasis selama kehamilan dan setelah persalinan meningkatkan risiko terjadinya gangguan koagulasi, terutama pada ibu dengan faktor risiko tertentu seperti usia maternal tinggi, obesitas, preeklampsia, persalinan seksio sesarea, infeksi, dan riwayat gangguan pembekuan darah. Identifikasi faktor-faktor risiko tersebut penting untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan komplikasi yang dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian ibu. Menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan gangguan pembekuan darah pada ibu postpartum. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 180 ibu postpartum dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dari ruang nifas rumah sakit dan puskesmas. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan 95%. Gangguan pembekuan darah ditemukan pada 26,1% responden. Faktor yang berhubungan secara signifikan adalah usia ≥35 tahun (p=0,021), preeklampsia (p<0,001), persalinan seksio sesarea (p=0,014), obesitas (p=0,008), dan perdarahan postpartum (p<0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa preeklampsia merupakan faktor yang paling dominan (AOR=4,28; 95% CI=2,01–9,12). Preeklampsia, obesitas, usia maternal ≥35 tahun, persalinan seksio sesarea, dan perdarahan postpartum merupakan faktor risiko utama gangguan pembekuan darah pada ibu postpartum. Skrining faktor risiko sejak masa antenatal hingga postpartum diperlukan untuk mencegah komplikasi serius.
Copyrights © 2026