Susi Rabuana
Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Pemanfaatan Buku KIA Susi Rabuana; Hamdiah Anas; Iin Fadhilah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1045

Abstract

The Maternal and Child Health (MCH) Handbook is an important medium in maternal and child health services, serving as a recording, education, and communication tool between health workers and mothers. However, the utilization of the MCH Handbook by mothers is still suboptimal. One factor influencing the utilization of the MCH Handbook is the mother's level of knowledge. This study aims to determine the relationship between maternal knowledge and the utilization of the MCH Handbook. The research method used was quantitative with an analytical design and a cross-sectional approach. The study sample consisted of mothers who owned the MCH Handbook and visited health care facilities. Data were collected using a questionnaire and analyzed using statistical tests. The results showed a significant relationship between maternal knowledge and utilization of the MCH Handbook (p < 0.05). The conclusion of this study is that the better the mother's knowledge, the more optimal the utilization of the MCH Handbook.
Analisis Faktor Risiko Gangguan Pembekuan Darah Pada Ibu Postpartum Susi Rabuana; Cakrawati R Cakrawati R
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurna Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1401

Abstract

Masa postpartum merupakan periode kritis yang berlangsung hingga 42 hari setelah persalinan. Pada periode ini ibu berisiko mengalami berbagai komplikasi, termasuk gangguan pembekuan darah (koagulasi) yang dapat menyebabkan perdarahan postpartum maupun tromboemboli. Perubahan fisiologis sistem hemostasis selama kehamilan dan setelah persalinan meningkatkan risiko terjadinya gangguan koagulasi, terutama pada ibu dengan faktor risiko tertentu seperti usia maternal tinggi, obesitas, preeklampsia, persalinan seksio sesarea, infeksi, dan riwayat gangguan pembekuan darah. Identifikasi faktor-faktor risiko tersebut penting untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan komplikasi yang dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian ibu. Menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan gangguan pembekuan darah pada ibu postpartum. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 180 ibu postpartum dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dari ruang nifas rumah sakit dan puskesmas. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan 95%. Gangguan pembekuan darah ditemukan pada 26,1% responden. Faktor yang berhubungan secara signifikan adalah usia ≥35 tahun (p=0,021), preeklampsia (p<0,001), persalinan seksio sesarea (p=0,014), obesitas (p=0,008), dan perdarahan postpartum (p<0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa preeklampsia merupakan faktor yang paling dominan (AOR=4,28; 95% CI=2,01–9,12). Preeklampsia, obesitas, usia maternal ≥35 tahun, persalinan seksio sesarea, dan perdarahan postpartum merupakan faktor risiko utama gangguan pembekuan darah pada ibu postpartum. Skrining faktor risiko sejak masa antenatal hingga postpartum diperlukan untuk mencegah komplikasi serius.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Pentingnya Antenatal Care (ANC) Rosmiati Rosmiati; Susi Rabuana; Norma Safitri
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1069

Abstract

Antenatal Care (ANC) is a health service provided to pregnant women on a regular and planned basis to monitor the health of the mother and fetus. However, some pregnant women still do not utilize ANC services optimally due to a lack of knowledge and understanding. This community service activity aims to improve pregnant women's knowledge of the importance of ANC through health education. Implementation methods include counseling, interactive discussions, and knowledge evaluation. The results of the activity indicate an increase in pregnant women's knowledge regarding the definition, purpose, benefits, and schedule of ANC visits. This activity is expected to increase pregnant women's compliance with regular ANC visits, thereby supporting efforts to prevent pregnancy complications.