Banten merupakan sarana persembahan suci dalam tradisi keagamaan Hindu Bali yang mengandung nilai spiritual, estetika, dan ekologis sebagai perwujudan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Namun, perkembangan zaman dan modernisasi telah mendorong perubahan dalam praktik pembuatan banten, khususnya penggunaan material non-organik yang berdampak pada meningkatnya layudan banten dan permasalahan ekologis di Bali. Penciptaan ini bertujuan untuk merepresentasikan fenomena layudan banten dan dampak ekologinya melalui pendekatan fotografi dokumenter. Metode penciptaan karya meliputi studi pustaka, observasi partisipatif, dan wawancara, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk buku foto berjudul “Mewali – dari Alam Kembali ke Alam”. Pendekatan fotografi dokumenter digunakan sebagai media untuk merekam realitas sosial dan budaya secara jujur, sekaligus membangun narasi visual yang reflektif terhadap hubungan antara tradisi, modernisasi, dan lingkungan. Buku foto berjudul “Mewali – dari Alam Kembali ke Alam” diharapkan mampu menjadi dokumentasi visual, media refleksi, serta sarana peningkatan kesadaran ekologis masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan layudan banten yang selaras dengan nilai-nilai Tri Hita Karana.
Copyrights © 2026