I Made Gede Arimbawa
Institut Seni Indonesia Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sangka-Ku-Riang: Dekonstruksi Estetik Riak Ego dan Krisis Identitas dalam Ambiguitas Mozaik Digital : Mitologi Sangkuriang Generasi Moderen Deden Maulana; I Made Gede Arimbawa; Anak Agung Gde Bagus Udayana; I Wayan Sujana
Kartala Virtual Studies Vol 5 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/kvs.v5i2.394

Abstract

Ancient mythologies of the Indonesian archipelago are frequently positioned as static didactic narratives. This study aims to recontextualize the legend of Sangkuriang into a new media art platform through an interactive digital mosaic installation. Employing a qualitative, practice-led research methodology, the name "Sangkuriang" is philosophically deconstructed into the conceptual framework of Sangka-Ku-Riang, a representation of the human ego's erroneous illusion of absolute control over reality and desire. This conceptual transformation is empirically articulated into visual computation parameters using the WebGL library, wherein the character's psychological dynamics are translated through fluctuations in fluid mosaic particle movement, geometric grid density, and lighting manipulation. The findings demonstrate that glitch art aesthetics specifically micro-stuttering and total system crashes effectively serve as semiotic signifiers to communicate the main character's identity crisis and raw destructive emotions. The final phase of form-setting into a mountain silhouette reflects a contemplative aesthetic sublimation that locks data chaos into a space of stability. Culturally, this visual articulation aligns with the Sundanese cosmology of darmaning satria, which asserts that human egoistic ambition must ultimately submit to macrocosmic cosmic laws. This study offers a novel method for conserving traditional heritage, transforming it into a living digital entity that adapts critically to contemporary technological advancement.
Layudan Banten dan Dampak Ekologi di Bali Melalui Fotografi Dokumenter I Kadek Agus Mahardika; I Made Gede Arimbawa; I Wayan Mudana
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 2 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i2.6570

Abstract

Banten merupakan sarana persembahan suci dalam tradisi keagamaan Hindu Bali yang mengandung nilai spiritual, estetika, dan ekologis sebagai perwujudan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Namun, perkembangan zaman dan modernisasi telah mendorong perubahan dalam praktik pembuatan banten, khususnya penggunaan material non-organik yang berdampak pada meningkatnya layudan banten dan permasalahan ekologis di Bali. Penciptaan ini bertujuan untuk merepresentasikan fenomena layudan banten dan dampak ekologinya melalui pendekatan fotografi dokumenter. Metode penciptaan karya meliputi studi pustaka, observasi partisipatif, dan wawancara, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk buku foto berjudul “Mewali – dari Alam Kembali ke Alam”. Pendekatan fotografi dokumenter digunakan sebagai media untuk merekam realitas sosial dan budaya secara jujur, sekaligus membangun narasi visual yang reflektif terhadap hubungan antara tradisi, modernisasi, dan lingkungan. Buku foto berjudul “Mewali – dari Alam Kembali ke Alam” diharapkan mampu menjadi dokumentasi visual, media refleksi, serta sarana peningkatan kesadaran ekologis masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan layudan banten yang selaras dengan nilai-nilai Tri Hita Karana.