Rantai distribusi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas bahan baku dan efisiensi pemasaran dalam industri kelapa sawit. Pedagang pengumpul memiliki peran strategis sebagai penghubung antara petani swadaya dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS), namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai kendala, seperti belum optimalnya perencanaan distribusi, sistem penimbangan yang kurang transparan, keterbatasan koordinasi operasional, serta rendahnya pemahaman mengenai pengelolaan rantai distribusi yang efisien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pedagang pengumpul dalam mengelola rantai distribusi TBS kelapa sawit secara lebih efektif dan berkelanjutan di Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, analisis kebutuhan, pembinaan, simulasi distribusi, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta yang terdiri atas 10 pedagang pengumpul dan 10 tenaga operasional. Materi pembinaan meliputi penyusunan strategi distribusi, perencanaan jadwal panen dan pengangkutan, peningkatan kinerja tenaga kerja, serta teknik penanganan TBS untuk mempertahankan kualitas hasil panen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya perencanaan distribusi, koordinasi logistik, transparansi penimbangan, pengendalian mutu TBS, serta penguatan hubungan kemitraan dengan petani. Selain itu, kegiatan menghasilkan rancangan sederhana jadwal distribusi yang dapat diterapkan sebagai pedoman operasional pedagang pengumpul. Program ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kapasitas pelaku distribusi sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi rantai distribusi, menjaga kualitas TBS, serta mendukung keberlanjutan pemasaran kelapa sawit di Kecamatan Kampar.
Copyrights © 2026