Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Customer Intention to Quantify the Feasibility of BUMD during The Modern Economic Era: Case Study of BUMD in Kampar Regency Samsurijal Hasan; Septa Diana Nabella; Utami Yerikania
International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Vol. 3 No. 2 (2022): International Journal of Economics Development Research (IJEDR)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ijedr.v3i2.529

Abstract

  In the modern economic era, success business sector should give attention to how global policies, as well as regional policies, certainly affects the intensity and direction of business policies. Customer intention was to play the priority of the company to create and gain the market. Where the customer intention will be reflecting the customer's behaviour and view against the product or the business unit. This study was to determine the customer intention to quantify the feasibility of BUMD during the modern Economic Era. This study was limited to regency-owned BUMD and the BUMD was established more than 15 years. This study was conducted on customers from Bank BPR Sarimadu. The Slovin formula technique was chosen in this study where the number of samples in this study is as many as 100 people from 300 customers, with an error rate of 10%. the result was defined that the Customer Intention of BUMD is explained by Professionalism (X1), Marketing Quality (X2), and Service Quality (X3) variables by 69.5%, while 34.5% is explained by other variables not examined in this study. This study also mentions that its major contribution to customer intention was influenced by these factors. Based on this study, professionalism, marketing quality along with service quality is the main parameters for increasing the interest of the customer to become BUMD loyal members. Thus, professionalism becoming a top priority for enhancing the BUMD image or company image. By improving the quality of management, marketing quality, and service quality of the company, BUMD customers will feel more confident when using chosen of BUMDs products and services.   Keywords: BUMD; Customer Intention; Service Quality, Professionalism, Marketing Quality.
Strategic Storycrafting in Niche Markets as a Catalyst for Consumer Loyalty Dynamics Syahril Hasan; Samsurijal Hasan; Darusman; Asep Supriadi
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 14 No. 1 (2026): JIMKES Edisi January 2026
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v14i1.3858

Abstract

Competition in the increasingly segmented non-timber forest product market demands strategic differentiation that emphasizes not only product quality but also narratives reflecting ecological and social values. This study aims to analyze the influence of strategic storycrafting on consumer loyalty to forestry products based on local desires and identities. The study used a qualitative-descriptive approach with a case study method in three community forestry business groups in Yogyakarta and West Java that develop essential oil products and bamboo crafts. Data were collected through in-depth interviews with nine informants, consisting of business owners, local craftsmen, and active consumers, and supported by observations of digital promotional activities and social media documentation. Data analysis was conducted thematically through reduction, categorization, and interpretation of the meaning of consumer responses to the constructed narratives. The results show that narratives emphasizing the environment, cultural heritage, and community empowerment increase consumer emotional engagement, reflected in repeat purchasing behavior and brand loyalty. Strategic storycrafting plays a role as a catalyst in building long-term relationships between producers and consumers and increasing the added value of forestry products.
Penguatan Kapasitas Pedagang Pengumpul melalui Digitalisasi Penimbangan untuk Meningkatkan Efisiensi Rantai Distribusi Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Samsurijal Hasan; Efti Novita Sari; Aris Suhud
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.157

Abstract

Rantai distribusi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas bahan baku dan efisiensi pemasaran dalam industri kelapa sawit. Pedagang pengumpul memiliki peran strategis sebagai penghubung antara petani swadaya dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS), namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai kendala, seperti belum optimalnya perencanaan distribusi, sistem penimbangan yang kurang transparan, keterbatasan koordinasi operasional, serta rendahnya pemahaman mengenai pengelolaan rantai distribusi yang efisien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pedagang pengumpul dalam mengelola rantai distribusi TBS kelapa sawit secara lebih efektif dan berkelanjutan di Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, analisis kebutuhan, pembinaan, simulasi distribusi, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta yang terdiri atas 10 pedagang pengumpul dan 10 tenaga operasional. Materi pembinaan meliputi penyusunan strategi distribusi, perencanaan jadwal panen dan pengangkutan, peningkatan kinerja tenaga kerja, serta teknik penanganan TBS untuk mempertahankan kualitas hasil panen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya perencanaan distribusi, koordinasi logistik, transparansi penimbangan, pengendalian mutu TBS, serta penguatan hubungan kemitraan dengan petani. Selain itu, kegiatan menghasilkan rancangan sederhana jadwal distribusi yang dapat diterapkan sebagai pedoman operasional pedagang pengumpul. Program ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kapasitas pelaku distribusi sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi rantai distribusi, menjaga kualitas TBS, serta mendukung keberlanjutan pemasaran kelapa sawit di Kecamatan Kampar.
Penguatan Kapasitas Pedagang Pengumpul melalui Digitalisasi Penimbangan untuk Meningkatkan Efisiensi Rantai Distribusi Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Samsurijal Hasan; Efti Novita Sari; Aris Suhud
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.157

Abstract

Rantai distribusi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas bahan baku dan efisiensi pemasaran dalam industri kelapa sawit. Pedagang pengumpul memiliki peran strategis sebagai penghubung antara petani swadaya dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS), namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai kendala, seperti belum optimalnya perencanaan distribusi, sistem penimbangan yang kurang transparan, keterbatasan koordinasi operasional, serta rendahnya pemahaman mengenai pengelolaan rantai distribusi yang efisien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pedagang pengumpul dalam mengelola rantai distribusi TBS kelapa sawit secara lebih efektif dan berkelanjutan di Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, analisis kebutuhan, pembinaan, simulasi distribusi, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta yang terdiri atas 10 pedagang pengumpul dan 10 tenaga operasional. Materi pembinaan meliputi penyusunan strategi distribusi, perencanaan jadwal panen dan pengangkutan, peningkatan kinerja tenaga kerja, serta teknik penanganan TBS untuk mempertahankan kualitas hasil panen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya perencanaan distribusi, koordinasi logistik, transparansi penimbangan, pengendalian mutu TBS, serta penguatan hubungan kemitraan dengan petani. Selain itu, kegiatan menghasilkan rancangan sederhana jadwal distribusi yang dapat diterapkan sebagai pedoman operasional pedagang pengumpul. Program ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kapasitas pelaku distribusi sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi rantai distribusi, menjaga kualitas TBS, serta mendukung keberlanjutan pemasaran kelapa sawit di Kecamatan Kampar.
Pengaruh Destinasi Wisata Hanferland Terhadap Peluang Usaha UMKM di Desa Binamang Kecamatan XIII Koto Kampar Lusi Ferlinda Sari; Samsurijal Hasan; Arif Mudi Priyatno
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.15349

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana objek wisata Hanferland memengaruhi prospek perusahaan UMKM, khususnya dalam hal peningkatan pendapatan dan pertumbuhan bisnis. Analisis regresi linier sederhana digunakan dalam teknik kuantitatif penelitian ini. 65 UMKM di wilayah pariwisata Hanferland membentuk populasi penelitian. Karena pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sensus, seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penyebaran kuesioner tertutup dengan skala Likert. Validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi (R²) kemudian digunakan untuk menguji data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa destinasi wisata Hanferland berpengaruh positif dan signifikan terhadap peluang usaha UMKM. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi sebesar 0,406 dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05). Selanjutnya, keberadaan destinasi wisata Hanferland memengaruhi 36,4% variasi peluang usaha UMKM, berdasarkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,364. Variasi yang tersisa dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian, seperti modal usaha, daya inovasi pelaku UMKM, dan dukungan kebijakan pemerintah. Kesimpulan penelitian ini adalah Hanferland berfungsi sebagai destinasi wisata sekaligus katalisator pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi UMKM di Desa Binamang. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah daerah dan pengelola destinasi wisata terus meningkatkan kualitas infrastruktur, intensitas promosi, serta program pemberdayaan dan pendampingan UMKM secara berkelanjutan agar tercipta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.