Instrumen literasi digital sering menggunakan respons tipe Likert, sedangkan sifat ordinal data tersebut menimbulkan pertanyaan apakah transformasi skor mengubah struktur laten yang diperoleh melalui exploratory factor analysis (EFA). Penelitian ini mengevaluasi kestabilan instrumen literasi digital mahasiswa yang terdiri atas 53 butir sebelum dan sesudah transformasi menggunakan Method of Summated Rating Scale (MSRS). Data diperoleh melalui kuesioner daring empat kategori yang diisi oleh 280 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Instrumen sebelumnya ditelaah oleh lima ahli dan memperoleh koefisien validitas isi Aiken’s V = 0,98. EFA dilakukan dengan ekstraksi maximum likelihood dan rotasi varimax pada skor asli serta skor hasil transformasi MSRS. Selain membandingkan kecukupan data, struktur faktor, loading, dan konsistensi internal, matriks loading yang dilaporkan dianalisis kembali menggunakan korelasi, selisih absolut, dan root mean square error. Kedua data menghasilkan KMO = 0,91, uji Bartlett yang signifikan (p < 0,001), 12 faktor, dan alpha Cronbach = 0,95. Stabilitas loading tergolong tinggi (r = 0,915; rho = 0,944), dengan median selisih absolut 0,010, rerata selisih absolut 0,026, dan RMSE = 0,061; sebanyak 52 dari 53 butir berubah tidak lebih dari 0,10. Butir B_47 merupakan pengecualian utama karena loading meningkat dari 0,48 menjadi 0,88 dan perlu diverifikasi. Temuan menunjukkan kestabilan struktur pada tingkat makro setelah transformasi MSRS, tetapi tidak membuktikan bahwa data Likert ordinal selalu setara dengan data interval ataupun bahwa instrumen bersifat unidimensional. Validasi lanjutan perlu menggunakan korelasi polikorik, estimator ordinal, parallel analysis, rotasi oblique, reliabilitas omega, dan pengujian konfirmatori pada sampel independen.
Copyrights © 2026